• SELAMAT DATANG DI TONG SAMPAH HERPOER

    Blog ini adalah coret-coret nya HerPoer yang hanya ingin sedikit berbagi mengenai apa saja tapi terutama ingin berbagi mengenai keindahan Indonesia, dan bangga menjadi anak Indonesia

  • PANTAI KUTA LOMBOK

    Mungkin orang lebih banyak mengenal bahwa pantai Kuta itu identik dengan Bali, tapi cobalah datang ke Kuta Lombok saya percaya bahwa anda akan langsung membuat perbandingan dengan Kuta Bali

  • KOTA BARU GUNUNGNYA BAMEGA

    Apakah anda pernah mengalami nikmatnya menyantap makanan di pinggir laut, dimana anda bisa melihat matahari tenggelam lalu kapal kapal yang mulai merapat di dermaga ?

  • ROCK n ROLL STAR

    Herpoer itu identik dengan jaket robek-robeknya dan dahulu punya impian menjadi Rock n Roll star

  • GILI TRAWANGAN

    Saya menyebutnya surga, karena memang keindahan tempat ini begitu memikat hati saya

  • DESA SADE REMBITAN

    Desa yang unik dengan segala hal, jika ingin menikah sang laki-laki harus menculik calon istri sampai ke bangunan rumahnya yang benar benar masih tradisional

Thursday, August 15, 2013

Posted by HerPoer
No comments | 11:15 AM
Sebenarnya sudah lama mendengar mengenai keunikan desa ini, sebuah desa yang masih mempertahankan dengan kuat adat suku Sasak sebagai penduduk asli Pulau Lombok. Dan terima kasih kepada Allah SWT patut aku haturkan akhirnya keinginanku terwujud untuk bisa mengunjungi desa ini. 

Sade adalah dusun di desa Rembitan Pujut Lombok Tengah itu awalnya yang aku ketahui dan awalnya kupikir akan sulit untuk menemukan desa ini, namun ternyata tidak. Jika keluar bandara Lombok Internasional belok kiri dan susuri saja jalan tersebut, dan kira-kira 20 - 30 menit dimuka akan segera ditemui sebuah papan petunjuk yang bertuliskan " Welcome to Sasak Village Sade Rembitan - Lombok " yang berada di sebelah kanan jalan.

Ketika turun dari mobil dan hendak memasuki Sade, kami langsung dihampiri oleh seseorang yang mengenalkan dirinya sebagai Jali. Dan dari beliau langsung meluncur banyak informasi mengenai Sade, dan akhirnya kami  memutuskan biarlah Pak Jali yang memandu kami mengelilingi Sade.

Memasuki Sade kami mengisi semacam buku tamu dan memasukkan sumbangan semampu kami untuk kas desa. Setelah itu kami langsung berkeliling, pak Jali banyak menjelaskan mengenai adat dan rumah khas suku Sasak ini. Salah satu hal yang membuatku sangat tertarik adalah cerita pak Jali mengenai pernikahan di Sade. Yang unik adalah prosesi sebelum menikahnya yaitu sang pria harus menculik calon pengantin wanita. 

Menurut Pak Jali menculik gadis calon istri adalah cara yang lebih kesatria dari pada mengajukan lamaran ke orang tua si gadis. Sebelum menculik, si pria harus membawa beberapa kerabat  atau teman. Selain sebagai saksi juga sebagai pengiring dalam prosesi ini. Setelah itu, si wanitanya akan di titipkan di rumah kerabat atau keluarga si laki-laki, untuk menginap. Dan bagi orang tua sang gadis jika anak gadisnya tidak pulang juga sampai malam tanpa kabar, bertanda kalau dia menikah. Keluarga si perempuan akan memberi tahu tokoh adat di desa, dan para tetangganya. Setelah itu dikirimlah si utusan dari pihak laki-laki untuk memberi tahukan keadaan si wanita itu, kalau sudah di culik oleh si laki-laki kepada orang tua si perempuan. Setelah itu baru diadakan begawe / pesta. Dan juga pernikahan di Sade ini bisa mahal sekali jika peminangnya adalah penduduk luar Sade.

Selanjutnya ketika memasuki rumah asli suku Sasak aku dibuat kagum dengan keunikannya, apalagi lantainya yang menurut pak Jali rutin di lumuri dengan kotoran kerbau yang berguna agar lantainya hangat, dan beberapa penjelasan beliau mengenai bale luar dan bale dalam yang tidak terlalu aku dengar karena aku lebih tertarik melihat kepala kerbau yang menggantung di dinding rumah. Kulihat, kuraba, dan kuterawang ( hehehehe......kok kaya nge-tes uang asli apa palsu ) ternyata kepala kerbau asli. Langsung saja kuarahkan kamera ku untuk mem foto hal yang menurutku jarang aku dapatkan ini.


Ada banyak hal yang menarik sebenarnya di Sade ini, namun sayangnya karena baterai kameraku tinggal 1 yang fully charge sedangkan yang satunya sudah sekarat mau gak mau aku harus banyak berhemat ketika memfoto apalagi setelah dari Sade ini masih ada pantai Kute sebagai destinasi kami selanjutnya.

Intinya ini adalah sebuah bentuk petualangan baru untukku, jika selama ini keindahan alam ciptaan Allah SWT yang selalu mengingatkan akan kebesaran-Nya sekarang sebuah dusun yang kental dengan adatnya, wanitanya yang wajib mempunyai keahlian menenun, laki-lakinya yang selalu bersarung. Dan aku juga mempunyai seorang sahabat baru lagi yang selalu bersarung yaitu Pak Jali pemanduku. 

Buat teman-temanku yang punya rencana hendak ke Lombok, masukkan Sade sebagai salah satu destinasi anda. Namun bagi kalian yang tidak terlalu menyukai hal-hal yang unik, original dan etnik mungkin jangan dipaksakan karena mungkin buat kalian sedikit membosankan. Kenapa saya bisa berkata seperti itu karena kebetulan ada satu teman saya yang tidak terlalu menyukai hal-hal yang ada di Sade dan menurut dia sedikit membosankan. 







0 comments:

Post a Comment