Tempat pertama yang saya singgahi adalah tangga 2 ribu, yaitu pantai yang sudah di reklamasi. Namun sayang sedikit kotor, dan kurang tertata dengan baik. Selanjutnya saya mendatangi dermaga bongkar muat kapal yang tak jauh dari tangga 2 ribu. Takjub melihat kapal yang sedemikian besarnya, dan malamnya saya nongkrong di pinggiran jalan yang berbatasan dengan bibir lautan dan saya dapat dengan jelas mendengarkan debur ombak. Sungguh sangat menenangkan hati. Kemudian beberapa hari kemudian saya mendapatkan kesempatan snorkeling di pantai Olele. Snorkeling di tengah ombak yang cukup kuat, sempat beberapa kali air laut membasahi tenggorokanku. Namun sebuah pengalaman yang sangat menyenangkan sekaligus menakutkan. Pemandangan bawah laut Olele cukup menakjubkan, ikan warna-warni, karang-karang yang berhamparan dengan beragam bentuk juga warna. Namun sayangnya tidak ada kamera underwater untuk mengabadikan pemandangan bawah laut yang menakjubkan tersebut. Snorkeling disini bisa dibilang dengan peralatan yang sederhana, hanya dengan jaket pelampung dan snorkel. Dan ini merupakan pengalaman pertamaku snorkeling, sungguh menggelikan awalnya. Sebelum turun ke laut saya diminta dahulu untuk membiasakan bernafas lewat mulut, sempat kesulitan awalnya. Megap-megap dan langsung kubuka snorkel ku karena secara tak sadar aku bernafas lewat hidung. Ketika sudah turun ke laut pun masih sempat beberapa kali aku mengalami hal yang serupa sehingga mulutku terasa asin sekali. Namun ketika sudah terbiasa, luar biasa. Sungguh sebuah pengalaman yang berbeda. Ombak mengombang - ambingkan ku ke kanan dan ke kiri, lalu di depanku ikan-ikan menggodaku dengan menggoyangkan ekornya gemulai, karang-karang yang terhampar melambaikan tangannya memintaku untuk menjamahnya. Ya Allah.....terima kasih untuk kesempatan ini.





0 comments:
Post a Comment