• SELAMAT DATANG DI TONG SAMPAH HERPOER

    Blog ini adalah coret-coret nya HerPoer yang hanya ingin sedikit berbagi mengenai apa saja tapi terutama ingin berbagi mengenai keindahan Indonesia, dan bangga menjadi anak Indonesia

  • PANTAI KUTA LOMBOK

    Mungkin orang lebih banyak mengenal bahwa pantai Kuta itu identik dengan Bali, tapi cobalah datang ke Kuta Lombok saya percaya bahwa anda akan langsung membuat perbandingan dengan Kuta Bali

  • KOTA BARU GUNUNGNYA BAMEGA

    Apakah anda pernah mengalami nikmatnya menyantap makanan di pinggir laut, dimana anda bisa melihat matahari tenggelam lalu kapal kapal yang mulai merapat di dermaga ?

  • ROCK n ROLL STAR

    Herpoer itu identik dengan jaket robek-robeknya dan dahulu punya impian menjadi Rock n Roll star

  • GILI TRAWANGAN

    Saya menyebutnya surga, karena memang keindahan tempat ini begitu memikat hati saya

  • DESA SADE REMBITAN

    Desa yang unik dengan segala hal, jika ingin menikah sang laki-laki harus menculik calon istri sampai ke bangunan rumahnya yang benar benar masih tradisional

Sunday, June 30, 2013

Posted by HerPoer
No comments | 6:54 AM
Tak sempat aku mengunjungi tempat-tempat yang indah selama perjalananku kali ini ke daerah Sangatta dan Bengalon Kalimantan Timur, namun yang menyenangkan adalah aku dapat menggapai impian number two-ku. Dahulu aku pernah berujar ke teman-temanku bahwa ada tiga impianku jika berhubungan dengan yang namanya sebuah petualangan, yang pertama dan yang terbesar adalah bisa keliling Indonesia, yang kedua aku ingin menumpang truk di sebuah perjalananku merasakan segala ketidaknyamanan dan ketidak pastian selama di jalan dan yang ketiga adalah aku ingin tersesat di daerah yang tidak aku ketahui menumpang di rumah penduduk setempat merasakan sebuah keramahan yang tanpa syarat.

Impian ku yang terbesar meski belum terwujud sepenuhnya namun perlahan mulai menjadi sebuah gambaran nyata, dan impianku kedua baru kemarin saja terwujud. Aku menumpang truk dari Sangatta sampai Balikpapan. 

Singkatnya Pak Irfan pengemudi truk tersebut yang memperbolehkanku menumpang, beliau asli Palu Donggala namun sudah lama bekerja di Balikpapan mulai dari pengantar pupuk ke perkebunan kelapa sawit, pengantar tempat tidur dan sekarang beliau pengantar sayur mayur, frozen food dan buah-buahan. Ada banyak pengalaman yang baru kudapatkan, makan di warung merah putih ( diberi nama warung merah putih hanya karena warungnya di cat warna tersebut ) tempat para kumpul pengemudi-pengemudi. Mentertawai banyak hal, mulai dari perjalanan masa mudanya pak Irfan sampai ke penamaan tempat yang menurutku aneh ( saat itu kami sedang melewati sebuah daerah yang namanya gunung menangis, rasa penasaran membawaku menanyakan hal tersebut ke pak Irfan dan ternyata jawabannya sederhana di beri nama gunung menangis hanya karena suara deru mesin mobil-mobil yang berusaha mendaki dan suara mesinnya mirip seperti orang menangis ).

Memasuki Balikpapan kami stop di KM 18 karena pak Irfan harus mencuci truk nya dahulu persiapan hari Senin sehingga minggu beliau dapat beristirahat mempersiapkan fisiknya untuk perjalanan kembali ke Sangatta tak perlu mencuci truk nya dahulu. Dan yang paling menyenangkan adalah ternyata beliau mempunyai sanak famili di pulau Derawan, salah satu tempat di Kalimantan yang ingin sekali aku kunjungi. Oleh beliau di beritahu jika ingin kesana bisa menumpang perahu pengangkut kelapa di pasar Pagi Samarinda dan nanti beliau akan membantuku karena beliau banyak kenal suku Bajo yang biasa mengangkut kelapa untuk di jual di Samarinda. Serta nanti di Derawan bisa menumpang di sanak famili nya. Kata-kata pak Irfan kepadaku

" Pokoknya tidak usah khawatir, kalau pengen ke Derawan cari aku kalau sudah di Balikpapan, nanti akan aku antar kau ke pasar Pagi Samarinda. Di sana ada banyak suku Bajo yang aku kenal nanti dapat kau ke Derawan lihat kura-kura besar di sana "

Dalam hatiku " I will Pak....I will " setelah menempuh 10 jam perjalanan alhamdulillah kami sampai di Balikpapan tanpa kekurangan suatu apapun, jujur satu hari lagi yang menyenangkan dalam hidupku. Mungkin tidak menarik buat sebagian orang namun yang pasti aku berhasil membuat nyata impianku number two. Selain itu ada harapan bisa ke Derawan tapi melalui jalur yang penuh ketidakpastian karena jujur aku kurang menyukai perjalanan yang biasa-biasa saja. Impian number two ku harus kucoret karena aku sudah membuatnya jadi nyata, terima kasih untuk Tuhanku Allah SWT.

0 comments:

Post a Comment