• SELAMAT DATANG DI TONG SAMPAH HERPOER

    Blog ini adalah coret-coret nya HerPoer yang hanya ingin sedikit berbagi mengenai apa saja tapi terutama ingin berbagi mengenai keindahan Indonesia, dan bangga menjadi anak Indonesia

  • PANTAI KUTA LOMBOK

    Mungkin orang lebih banyak mengenal bahwa pantai Kuta itu identik dengan Bali, tapi cobalah datang ke Kuta Lombok saya percaya bahwa anda akan langsung membuat perbandingan dengan Kuta Bali

  • KOTA BARU GUNUNGNYA BAMEGA

    Apakah anda pernah mengalami nikmatnya menyantap makanan di pinggir laut, dimana anda bisa melihat matahari tenggelam lalu kapal kapal yang mulai merapat di dermaga ?

  • ROCK n ROLL STAR

    Herpoer itu identik dengan jaket robek-robeknya dan dahulu punya impian menjadi Rock n Roll star

  • GILI TRAWANGAN

    Saya menyebutnya surga, karena memang keindahan tempat ini begitu memikat hati saya

  • DESA SADE REMBITAN

    Desa yang unik dengan segala hal, jika ingin menikah sang laki-laki harus menculik calon istri sampai ke bangunan rumahnya yang benar benar masih tradisional

Monday, May 19, 2014

Posted by HerPoer
No comments | 7:43 PM

Kali ini saya berkesempatan mengunjungi Tulung agung sebuah kota di Jawa Timur, dan entah kenapa kok tiba-tiba pengen banget liat pantai. Setelah tanya sana-sini sama penduduk setempat maka didapatlah satu nama pantai yaitu " Popoh ". Jujur karena hanya sehari saya di Tulungagung maka agar memperingan bawaan, saya hanya membawa pakaian yang melekat di badan. Namun karena begitu kangennya sama pantai saya gak perduli, maka menujulah saya ke pantai Popoh dengan berpakaian seperti layaknya orang mau kondangan.

Singkat cerita saya sampai di Pantai Popoh, namun ada satu hal yang menarik yang saya dapatkan dari penjual minuman disana. Menurut beliau kalau mau lihat pantai yang lebih indah bisa ke Pantai Coro, namun masih menurut beliau jalan kesana harus melalui medan jalan yang sulit apalagi kalau sehabis hujan ( kebetulan ketika saya sampai sana hujan baru saja selesai turun ). Hmphhhhhhh.......pantas dicoba ( kataku dalam hati )
Setelah sebelumnya menitipkan sepatu saya, dengan bertelanjang kaki maka mulailah saya mencoba menuju pantai Coro tersebut, dan benar saja perjalanannya sangat luar biasa. Jalan setapak dengan tanah yang becek yang siap menjatuhkan saya kapanpun, jalur yang menurun dan mendaki yang sangat menguras stamina ditambah petunjuk arah yang tidak jelas karena memang tidak ada petunjuknya ( hahahaha....... ). Bantuan arah yang bisa saya dapatkan hanyalah dari para penduduk yang kebetulan lewat entah darimana.

Namun semua perjalanan tersebut tidak sia-sia, ketika saya sampai di pantai Coro tersebut. Meski mendung menggantung namun tidak mengurangi keindahan pantai tersebut. Letih, keringat yang mengucur deras di balik baju batik ku semuanya tak lagi dirasakan ketika sudah mendengar debur ombak dan pemandangan indah di hadapanku ini. Pasir putihnya yang masih bersih membuatku betah berlama-lama disini.


0 comments:

Post a Comment