• SELAMAT DATANG DI TONG SAMPAH HERPOER

    Blog ini adalah coret-coret nya HerPoer yang hanya ingin sedikit berbagi mengenai apa saja tapi terutama ingin berbagi mengenai keindahan Indonesia, dan bangga menjadi anak Indonesia

  • PANTAI KUTA LOMBOK

    Mungkin orang lebih banyak mengenal bahwa pantai Kuta itu identik dengan Bali, tapi cobalah datang ke Kuta Lombok saya percaya bahwa anda akan langsung membuat perbandingan dengan Kuta Bali

  • KOTA BARU GUNUNGNYA BAMEGA

    Apakah anda pernah mengalami nikmatnya menyantap makanan di pinggir laut, dimana anda bisa melihat matahari tenggelam lalu kapal kapal yang mulai merapat di dermaga ?

  • ROCK n ROLL STAR

    Herpoer itu identik dengan jaket robek-robeknya dan dahulu punya impian menjadi Rock n Roll star

  • GILI TRAWANGAN

    Saya menyebutnya surga, karena memang keindahan tempat ini begitu memikat hati saya

  • DESA SADE REMBITAN

    Desa yang unik dengan segala hal, jika ingin menikah sang laki-laki harus menculik calon istri sampai ke bangunan rumahnya yang benar benar masih tradisional

Showing posts with label Cerita Cinta. Show all posts
Showing posts with label Cerita Cinta. Show all posts

Tuesday, April 29, 2014

Posted by HerPoer
No comments | 11:13 AM
Aku kembali ke Jakarta hari Sabtu dengan menaiki kereta Progo. Sepanjang perjalanan bayangan wajah Linda masih terus membayangi, terutama ketika kami kembali dari Glagah. Linda mengangsurkan tangannya kepada ku, awalnya kupikir untuk bersalaman namun ternyata tidak, dia mencium tanganku seraya berkata " hati-hati di jalan nanti ya Mas "


Sesampainya di rumah Bapak menanyakan banyak hal kepadaku terutama mengenai kesehatan simbah, namun aku hanya menjawabnya singkat-singkat saja karena jujur kurang semangat ceritanya. Coba kalau bapak tanya " Gimana le ? bertemu dengan seseorang yang istimewa gak disana ? " pasti penuh antusias berceritanya.


Senin pagi aktifitas sekolah kembali kujalani, bertemu dengan sahabat-sahabat ku selalu menyenangkan buatku. Mereka banyak bercerita mengenai liburan mereka, aku hanya diam mendengarkan sambil senyum-senyum sendiri karena yang terbayang dalam ingatanku adalah wajah Linda. Salah satu sahabatku ternyata melihat aku yang senyum-senyum sendiri, dan langsung bertanya " loe kenapa Her ? Udah gila loe ya ? "

Aku hanya tertawa. Dan sahabatku kembali bertanya, " liburan loe kemana ? Ahhhhh !!!!! Gw tau nih pasti loe ketemu cewek kan dan sekarang loe lagi ngebayangin dia ? "

" Hahahahaha......gak kok liburan gw biasa aja " jawabku
" Gak mungkin kalo cuma biasa aja loe senyum-senyum sendiri aja. Ceritain dong " dan sahabatku yang lain pun meski tidak bicara namun dari tatapan matanya seolah memohon agar aku bercerita. Akhirnya mau gak mau aku bercerita, layaknya John Travolta di film Grease aku mulai bercerita dan dalam bayanganku pun Linda layaknya Olivia Newton John ( hehehehehe........)

Sebulan lewat dari saat liburanku, dan jujur rasa ingin ketemu Linda sudah tak tertahankan. Akhirnya aku nekad bilang Bapak mau pulang kampung lagi. Bapak heran, namun dengan yakin aku bilang ke Bapak ada tugas Geografi dari sekolah mengenai sistem irigasi dan juga sistem tumpang sari di desa ( hehehe.....saya bohong sama Bapak ).

Jumat malam aku berangkat dan Sabtu paginya tiba di Wates. Aku memang sengaja merahasiakan kedatangan ku ke kampung jadi tidak ada siapapun yang menjemputku di stasiun. Sampai di rumah Simbah, semuanya kaget dengan kedatangan ku dan serempak bilang " Kenapa gak ngomong ? " aku cuma cengengesan saja dan hanya bilang saya cuma sebentar aja di kampung, Minggu malam kembali lagi ke Jakarta.

Istirahat, sorenya langsung aku hendak menemui Linda dan membawanya ke Glagah dengan meminjam sepeda motor sepupuku, tapi ternyata tidak bisa. Sekeluarga mereka hendak pergi ke Yogja menghadiri pernikahan. Akhirnya dengan bermodalkan sepeda aku ke rumah Linda.

" Assalamualaikum...." salamku setibanya di rumah Linda
" Wa alalaikum salam " jawab suara yang kukenal dan kurindukan dari dalam. Dan ternyata tepat dugaanku bahwa itu suara Linda. " Loh mas ? kapan sampai Wates ? "
" Tadi pagi Lin. Kamu apa kabar ? "
" Baik Mas, ayo mari masuk Mas. Mas sendiri gimana kabarnya ? "
" Baik juga. Bapak Ibu kemana Lin ? " ketika kuperhatikan ternyata Linda hanya sendirian di rumah
" Ohhh....Bapak Ibu lagi ke rumah Lek Prapto, paling sebentar lagi juga pulang.Memangnya kenapa Mas ? "
" Aku mau ajak kamu ke Glagah lagi Lin, tapi naik sepeda. Kamu mau ? "
Linda mengangguk dan berkata " tapi tunggu Bapak Ibu ya, izin dulu sama mereka. "

Alhamdulillah, tidak berapa lama Bapak Ibu Linda pulang. Basa basi sebentar kemudian aku langsung mengutarakan keinginanku untuk mengajak Linda ke Glagah. Dan mereka mengizinkan dengan catatan asal pulangnya jangan malam-malam.

Glagah masih sama seperti saat sebelumnya saya berdua bersama Linda namun yang membedakan Linda terlihat lebih mempesona. Jujur aku sangat menyukai cara Linda tertawa dan berlari kecil ketika menyusuri pantai. Lelahku terbayarkan, mengayuh sepeda dengan Linda membonceng di belakang sampai Glagah.

" Lin..... " kondisinya saat itu kami sedang duduk dan menanti matahari yang sebentar lagi tenggelam
" Iya mas.... "
" Sampai Jakarta kemarin aku gak bisa lupain kamu "
" Gombal..... " sahut Linda sambil tersipu
" Beneran Lin, makanya aku nekad kesini meski bohong sama Bapak alasan kesini ada tugas sekolah. Aku mau mendengar jawaban mu mengenai hal yang kemarin karena sekarang aku yakin bahwa aku mencintaimu. " seraya kugenggam tangannya dan memaksa mata indahnya beradu pandang denganku dengan tujuan bahwa Linda tahu bahwa aku berkata yang sebenarnya.

" Linda gak suka Mas sama lelaki yang bohong, apalagi bohongin orang tua. "
Aku menoleh ke arah Linda yang masih tertunduk. Mendengar perkataannya layaknya beribu palu godam menghantamku, dan membuatku merasa keindahan senja tak bermakna. Aku pun ikut terdiam.....ku dengar Linda menarik nafas perlahan


" Linda gak suka Mas sama lelaki yang bohong, apalagi bohongin orang tua. Maka itu Linda punya permintaan nanti kalo pulang ke Jakarta Mas Hery minta maaf sama Bapak dan cerita yang jujur tujuan dateng ke Wates lagi. Jadi Linda bisa suka lagi sama lelaki pembohong yang sudah bertobat dan mas Hery juga harus janji gak akan ngulangin lagi. "

Aku menoleh ke arah Linda yang masih duduk tertunduk, kuraih tangannya dan ku raih dagunya agar mata indahnya bisa kulihat, " Maksudnya kamu mau Lin jadi kekasihku ? " Linda tersenyum dan menganggukkan kepalanya " Tapi gak boleh bohong lagi, janji ! Dan kita tetap harus menyelesaikan sekolah kita dengan baik. Mudah-mudah an Bapakku mengerti. "

Refleks coba kurengkuh dirinya ke dalam pelukanku, namun tangan Linda menghalangi niatku, " Untuk yang ini jangan dulu ya Mas, Linda malu..... "

Aku tersenyum kepadanya dan menjawab " Wis ra popo.... " dan berjalan ke arah sepeda pinjamanku. 
" Sepeda ini aku lambangkan sebagai dirimu " ku peluk sepeda tersebut dan stangnya ku cium " I love you Linda....with all my heart "

Ku lihat di wajah Linda sebuah senyuman lalu berganti tawa dan terucap sebuah kata, " I love you too....with all my heart " ku perhatikan di ujung sana langit pun memerah penuh pesona.

Monday, March 3, 2014

Posted by HerPoer
No comments | 1:55 AM
Saya pernah bercerita bahwa orangtua saya asalnya dari Wates, dan kali ini saya akan sedikit bercerita mengenai Wates. Namun bukan mengenai hamparan sawah membentangnya, melainkan sebuah kisah cinta yang mungkin sama sekali tidak menarik buat kalian ( hehehehe.....tapi buat saya menarik banget ) 

Saat itu liburan sekolah di bulan Juni, karena tidak punya uang banyak untuk bareng liburan bersama teman-teman akhirnya saya memutuskan untuk mengunjungi Mbah saya di Temon Wates Kulon Progo. Ada banyak alasan untuk kesana, selain murah saya berharap pulangnya dapat sangu banyak dari Mbah, bu'de dan bu'lek serta satu hal " kedamaian ". Berangkat menggunakan kereta ekonomi dari stasiun Senen malam hari, saya tiba di stasiun Wates pagi keesokan harinya. Dari stasiun Wates saya dijemput saudara sepupu saya Ari. Ternyata sampai rumah bu'lek ku ada banyak orang terutama wanita yang sepertinya sedang menyiapkan bahan-bahan untuk memasak. Kutanya sepupuku ada acara apa, ternyata ada hajatan di tetangga bu'lek ku dan kegiatan masak memasak nya dilakukan di tempat bu'lek ku. 

Ketika ku turun dari sepeda motor sepupuku, tak sengaja pandangan ku membentur ke seorang gadis berkerudung yang sedang mengupas kentang. Dalam hatiku " menarik, di desa seperti ini ada bidadari ", dan entah kenapa hayalanku mengembara ke buku-buku cerita yang pernah aku baca dan sinetron-sinetron yang pernah aku lihat mengenai seorang jejaka dari kota yang jatuh cinta kepada seorang gadis desa. Namun saat itu aku hanya mengagumi sebatas keindahan wajahnya saja. Singkatnya setelah ketemu bu'lek aku diminta ikut bantu-bantu. Dan jujur buatku menyenangkan, apalagi oleh bu'lek ku aku diperkenalkan satu-satu ke setiap orang yang ada di tempat bu'lek dan secara tidak langsung akhirnya aku tahu nama gadis berkerudung tersebut.

Namanya Linda, namun tidak seperti tipikal gadis jawa lainnya di tempat bu'lek ku yang kulitnya sawo matang atau eksotis meminjam istilah orang asing, Linda mempunyai kulit yang lebih cerah dan yang membuatku langsung tertarik kepadanya saat itu adalah senyumnya dibarengi dengan deretan giginya yang putih. Kebetulan Linda ini seumuran dengan ku, dia juga sedang mengisi waktu liburannya dengan bantu-bantu di rumah bu'lek ku. Hari itu tidak ada sesuatu yang terlalu istimewa, hanya senyumnya Linda yang membuat hari pertama kedatangan ku di rumah bu'lek ku begitu berwarna.

Seminggu lewat sudah aku melewati liburan di rumah bu'lek ku. Setiap hari aku bersepeda menyusuri pematang-pematang sawah yang banyak terhampar disana atau nongkrong di bendungan melihat para petani wara-wiri membawa rumput untuk makanan sapi nya atau para ibu-ibu yang mengantarkan makanan untuk suaminya di sawah. Namun hari ini sedikit berbeda, ketika sedang asyik menikmati lamunanku seketika buyar ketika aku melihat seorang gadis berkerudung bersepeda sembari membawa rantang. Linda.....? tanyaku dalam hati. Dan ternyata benar itu Linda.

" Assalamualaikum wr wb...."
" Waalaikum salam wr wb..."
" Mau kemana Lin, kok bawa rantang ? "
" Ini mas....mau antar makanan buat Bapak di sawah. Biasanya Ibu yang antar cuma kebetulan Ibu belum pulang dari pasar, jadi saya yang antar "
" Ohhhhh.....sawah mu yang mana Lin ? "
" Disana mas dekat " ( seraya menunjukkan ke areal persawahan di belakang ku )
" Ohhh....boleh aku ikut, sekalian pengen lihat dari dekat. Soalnya aku belum pernah lihat kegiatan di sawah dari dekat. Kamu tahu sendiri kan ? Bu'lek dan Pa'lek ku kan soalnya gak kesawah "
" Boleh mas.....monggo "

Akhirnya saya mengikuti Linda, dan sesampainya di sawah milik keluarganya aku ditawari makan sekalian sama bapaknya. Menolak rezeki itu dosa ( hehehehe..... ) akhirnya aku makan bersama Linda dan bapaknya. Setelah ngobrol ngalor ngidul selama sekitar 1 jam, Linda pamit pulang. Dan gak tahu kenapa tiba-tiba saja tercetus perkataanku boleh tidak mengantarnya pulang. Oleh bapaknya Linda aku di izinkan mengantarnya sampai rumah. Dan semenjak hari itu kami dekat ( sedikit menghiburku karena sepupuku ikut pesantren kilat jadi tidak bisa menemani ku, sementara bu'lek dan pa'lek ku sibuk bekerja )

Jujur aku menyukainya, selain cantik ternyata Linda ini cerdas. Dia peringkat pertama di sekolahnya, dan selalu peringkat pertama dari mulai dia masuk di kelas 1 sampai sekarang kelas 2. Juga keceriaannya yang membuatku tambah terpesona kepadanya.

" Lin....besok saya pulang ke Jakarta "
" Naik apa Mas ? Sepur apa bis ? "
" Kan saya udah bilang panggil saya Hery aja, kita kan seumuran. "
" Ndak apa-apa mas, janggal kalau Hery aja . "
" Iya besok saya pulang ke Jakarta, namun sebelum saya pulang saya mau tanya sesuatu sama kamu. "
" Nanya opo toh mas ? "
" Tapi jangan tersinggung ya ? ( Linda mengangguk ) Kamu sudah punya pacar Lin ? "
( sembari menggeleng ) " Belum mas, ndak boleh sama Bapak Ibu "
" Alasannya ? "
" Harus fokus sekolah mas. Mas kenapa toh kok tanya pacar segala ? "
" hehehehe....gak kenapa-kenapa Lin. Kembali ke omonganku semula, besok saya pulang ke Jakarta, mau ndak temani saya ke pantai Glagah ( jarak pantai glagah dengan rumah bu'lek ku dekat, hanya sekitar 20 menit naik sepeda motor ). Saya mau melihat sunset disana. "
" Izin dulu sama Bapak, dan juga jangan malam-malam pulangnya. "
" Iya nanti saya izin sama bapak mu dan nanti saya pinjam motor Ari sepupuku jadi kita bisa pulang cepat "

Ternyata bapaknya Linda mengizinkan, jadilah aku menuju pantai glagah bersama Linda untuk menikmati sunset disana. Sore itu ombak tidak terlalu besar di Glagah dan langit cerah tidak ada awan hitam sedikitpun. Bias kemerahan di langit senja benar-benar membuatku terpesona. Seraya menikmati indahnya senja, aku coba mengungkapkan kekagumanku akan pesona pada diri Linda.

" Lin....aku mau jujur sama kamu. Sejak pertama kali aku lihat kamu, gak tau kenapa kamu begitu menyita perhatianku "
" Ah mas Hery....orang Jakarta emang terkenal suka muji kalau ada maunya. "
Aku raih tangan Linda dan memaksanya melihat ke arahku. Kupandangi matanya " Maafkan aku jika kupegang tanganmu. Aku gak bohong Lin, aku gak tau ini apa namanya. Saat ini aku cuma bisa bilang, jika aku kesini lagi kamu mau jika aku jemput dan kuajak ke Glagah lagi menikmati hal yang sama seperti saat ini lagi ? Berdua menikmati indahnya senja, mendengarkan debur ombak yang selaras dengan debaran dalam hatiku. Aku ingin melihat kibaran kerudungmu yang ditiup angin, menyaksikan senyummu dan menikmati saat kamu berlari sembari tertawa meninggalkan jejak-jejak langkah di pasir. Sebagai lelaki aku menyukai kesederhanaanmu, kecerdasanmu serta kecantikan budi dan wajahmu. Dan sekali lagi aku gak tau perasaan ini apa namanya, aku juga gak mau bohongi kamu maka itu aku tanyakan hal tersebut "
" Jujur Linda gak tau mas, yang Linda lihat dari mas Hery adalah bahwa mas Hery beda sama laki-laki Jakarta lainnya yang terkesan sombong karena anak Jakarta. Terus Linda juga seneng kalau ada di deket mas Hery karena mas Hery lucu. Linda gak tau dan gak bisa jawab saat ini, tapi jika suatu hari nanti mas Hery memang bener-bener ada di depan Linda dan ajak Linda ke tempat ini lagi.....baru saat itu Linda akan jawab "




Friday, June 21, 2013

Posted by HerPoer
No comments | 6:58 AM
Aku memanggilnya " Sang Camar ", karena dia tinggal di jalan camar Bintaro. Sebenarnya sudah lama mengenalnya, semenjak masa sekolah menengah pertama dahulu namun hanya sebatas melihatnya dari jauh. Kebetulan dia murid pindahan ketika kelas II, karena wajahnya yang menawan banyak jejaka yang mencoba menarik perhatiannya dan aku sadar diri akan hal itu. Menginjak sekolah menengah atas ternyata kami satu sekolahan, dan entah kebetulan atau apa, ibu " Sang Camar " adalah wakil kepala sekolahnya. Dan di SMA pula saya melihat sosok yang berbeda dari dirinya, dia mulai berhijab. Dengan jilbabnya, pesona dalam dirinya ternyata makin membuatku terpesona.

Kedekatan diriku dengan dirinya diawali dengan sesuatu yang tidak menarik sebenarnya, kebetulan waktu itu dia tidak di jemput oleh supirnya sehingga akhirnya harus naik angkutan umum dan aku berada tepat di belakangnya. Hari itu hujan baru saja selesai mengguyur kawasan bintaro dan banyak genangan air yang membuat kami harus lompat sana lompat sini untuk menghindari genangan tersebut. Dan kami saat itu menghadapi genangan air yang cukup menyusahkan, pijakan hanya tersisa setengah lebar tapak kaki, untuk jatuh atau sepatu basah kemungkinannya sangat besar. Dia terlihat ragu-ragu untuk melewati genangan tersebut, dan kebetulan hanya itu jalan satu-satunya yang menuju arah pasar bintaro dari sekolah kami di daerah depsos.

Melihatnya kebingungannya aku mengambil inisiatif  untuk lewat duluan, sembari kutenteng beberapa batu yang berserakan di jalan untuk pijakannya melewati genangan tersebut.

" Sorry gw duluan ya, tar loe gunain batu yang ada sebagai pijakannya " kataku saat itu.

Dia tertegun sebentar dan tersenyum. Tak berapa lama setelah aku sampai di seberang genangan tersebut, dia mulai menyebrang menggunakan batu sebagai bantuannya. Aku menungguinya, saat itu tidak ada maksud lain hanya ingin memastikan dia tidak terjatuh.

" Thanks ya " ucapnya ketika sudah sampai di seberang.
" Sama - sama. "

Hanya sebuah awal yang sangat sederhana, namun semenjak saat itu bayangan wajahnya tidak pernah absen di kepalaku. Aku tidak tahu apa yang terjadi namun yang pasti aku dilanda kegilaan jika sehari saja tidak dapat kujumpai dirinya. Kelasku bersebelahan dengan kelasnya, jadi ketika menuju kelasku harus melewati kelasnya terlebih dahulu. Karena alasan konyol cuma ingin melihat dirinya, aku jadi sengaja datang telat ke sekolah sehingga ketika melewati kelasnya aku dapat mencuri-curi pandang ke arahnya, dan ketika pandangan kami beradu lalu dia tersenyum........Masya Allah bidadari surgakah yang aku lihat ini.

Aku jadi gila, sering ke musholla sekolahku untuk shalat bukan karena Tuhan-ku namun karena hanya ingin melihat senyumnya ketika melihatku. Singkatnya di puncak kegilaanku terhadapnya, akhirnya aku nyatakan cinta padanya. Bidadari surga dengan segala kelembutannya yang jika berjalan seolah ada remote control yang kupegang dan aku dapat melihatnya dalam slow motion. Gadis berkerudung yang tidak hanya patuh terhadap perintah Allah namun juga dibekali kecerdasan yang luar biasa ( dia adalah juara kelas ) beda denganku yang hanya pembuat onar.

" Izinkan kuarungi dunia melalui jiwamu, aku ingin merengkuh kebahagiaan bersamamu. Aku mencintaimu "

Saat itu dia tidak menjawab, hanya keesokan harinya dia memberikan sepucuk surat yang isinya

" Assalamualaikum Wr. Wb

Mendapat Hery Purnomo

Terima kasih untuk kejujuran mu, aku sangat menghargainya. Hanya mohon maaf saat ini aku sedang mencoba mencari cinta yang sesungguhnya, yaitu cinta kepada Allah SWT karena buatku itulah cinta yang sesungguhnya. Aku ingin mencintai seseorang karena Allah dan aku ingin mendapatkan kebahagiaan karena-Nya. "

Aku tak tahu apa maknanya, tapi saat itu rasanya ada sesuatu yang sangat menyesakkan dada. Bidadari surgaku, " Sang Camar " tidak mau menepi di pantai cintaku.

Seminggu lewat setelah kejadian itu aku sakit, bukan karena tidak mau makan karena ditolak cintanya namun saat itu faktor kelelahan karena aktifitasku yang senang keluyuran membuat kondisiku benar-benar drop sehingga penyakit mudah sekali menyerang. Oleh dokter aku diminta istirahat 3 hari, dan di hari ke-2 istirahat sakitku teman-teman datang menjengukku dan salah seorang sahabatku yang kebetulan juga sahabat " Sang Camar " ketika pulang memberikan surat bersampul merah jambu dan harum kepadaku.

" Apa nih....? " tanyaku
" Udah tar aja loe baca, ya udah gw balik ya. Assalamualaikum "
" Waalaikum salam "

Setelah teman-temanku pergi, langsung kubaca surat tersebut.

" Assalamualaikum Wr. Wb

Mendapati Hery Purnomo yang tidak kujumpai 2 hari ini.

Maaf jika aku  tidak ikut menjengukmu, hanya teriring doaku semoga kamu cepat sehat dan bisa langsung menemuiku karena aku menunggumu untuk mengarungi dunia ini bersama-sama karena Allah SWT.

Camar "

Aku terdiam sejenak, setelah itu senyum-senyum sendiri lalu berteriak. " I LOVE YOU CAMAR !!!!! "

Semenjak saat itu kami dekat, kami coba arungi dunia bersama-sama. Aku mulai rajin menemui Tuhan-ku dalam sujud dan doa, aku mencoba berdamai dengan-Nya. Dan dunia sangat indah kurasa.

Wednesday, May 22, 2013

Posted by HerPoer
No comments | 6:25 AM
Kali ini saya hendak bercerita mengenai guruku waktu di sekolah menengah pertama dahulu. Namanya Ibu Himatul Cholisoh. Buat saya Ibu guruku ini cetar membahana sekali perlakuannya terhadap murid-muridnya. Penuh dedikasi, sabar, pokoknya guruku nomor satu lah. Ibu Himatul mengajarkan bahasa Indonesia di kelas dan jujur sering membuat saya sakit kepala ( hahahaha.....majemuk bertingkat, SPOK, sampai ke masalah gurindam bagaimana gak bikin sakit kepala coba ).

Yang tak pernah lupa dalam ingatan adalah ketika di hari Sabtu selepas bersih-bersih kelas, sewaktu saya lagi asyik nongkrong sama teman-teman, tiba-tiba Ibu Himatul menghampiriku dan menarik tanganku untuk segera mengikutinya.

" Mau kemana sih Bu ? " tanyaku
" Udah ikut aja " jawab Ibu Himatul seraya langsung menggaet tanganku agar aku tidak melarikan diri. Akhirnya terpaksa aku mengikutinya. Setelah itu dimulailah wejangan Ibu Himatul kepadaku layaknya " Bhagavad Gita " wejangan Kresna terhadap Arjuna ketika tak mampu mengangkat busur panahnya dalam Bharatayuda.

" Kamu tau gak Her ? Kamu tuh murid yang cerdas tapi sayang kamu tuh bandelnya minta ampun. Di kelas tukang ribut, terus Ibu sering lihat kalau pulang sekolah bukannya langsung pulang malah asyik nongkrong sama teman-temanmu. Inget Her, masa depanmu tuh masih panjang. Contoh tuh Imam Syafe'i, pintar dan kelakuannya gak minus kaya kamu. Dan alasan kenapa kamu peringkat 2 sedang Imam peringkat 1 adalah karena kelakuanmu yang minus itu padahal nilai rata-rata kalian sama ( hehehehehe....sumpah waktu itu sebel banget sama temenku Imam itu, padahal saya jauh lebih tampan dari Imam ( lho ! apa hubungannya ya ? ) )

Ibu ngomong begini bukan karena Ibu benci sama kamu, tapi Ibu sayang sama murid-murid Ibu termasuk kamu. Kalau kelakuanmu terus begini dan mengingat pergaulan Jakarta yang rentan terhadap anak-anak seusiamu, Ibu khawatir apa yang kamu cita-citakan tidak mudah untuk diwujudkan. Tidak cukup hanya sekedar pintar Her, tapi kelakuan yang baik sangat membantu kamu untuk menggapai cita-citamu. Paham Her ? " 

Aku hanya menggangguk, dan aku terus mengikuti Ibu Himatul sampai sebrang sekolah dan menunggui beliau sampai mendapatkan angkot. Ketika angkot yang ditunggu Ibu datang, sambil masuk ke dalam angkot Ibu Himatul masih menegaskan pesannya tadi
" Inget Her, jangan pernah berhenti untuk belajar dan rubah kelakuanmu ya "


Sekarang aku sudah dewasa ( terakhir aku ketemu Ibu ketika bersama teman-temanku II-7 tahun kemarin dan sama seperti dulu Ibu masih terus menunjukkan rasa sayangnya terhadap murid-muridnya ) dan pesan Ibu Himatul masih terus terpatri di benakku. Tapi maaf ya Bu, cuma pesan pertama aja yang masih Hery terus laksanakan yaitu sampai sekarang Hery masih menjadi manusia yang terus berusaha untuk belajar setiap harinya. Kalau untuk bandelnya.....gak tau deh kayanya masih sama, habis gimana ya Bu, " Bad Boys " itu mempunyai sejuta pesona yang mampu memikat lawan jenisnya, wanita menyukai " Bad Boys " Bu. Hahahahahaha......................

Doa-in aja Hery Bu, supaya bisa terus belajar merubah kelakuan yang minus ini. Terima kasih untuk Ibu, mungkin kalau gak selalu inget pesen Ibu, Hery terus berkubang dalam kehidupan yang gak jelas juntrungannya dan benar kata Ibu kita bisa mudah terpengaruh kalau tidak mempunyai sikap yang baik dan itu terbukti pada apa yang pernah Hery lalui. Sekali lagi terima kasih Bu, doa Hery untuk Ibu semoga Ibu terus dibekali kesehatan agar bisa terus menghasilkan murid-murid yang berkualitas seperti Imam Syafe'i ( hehehehe......kenapa sih Ibu bandinginnya sama Imam, yang lain dong Bu, kan ada Wasisto, Sugeng, Parizal, Hadi, dll. Dijamin pasti Hery jauh lebih mempesona ) juga semoga Allah selalu memberikan lindungan dan rahmat-Nya untuk Ibu. 

Amin




Monday, March 18, 2013

Posted by HerPoer
No comments | 11:26 AM
Tujuan utamaku kali ini ke Sumbawa adalah menuju Newmont Batu Hijau. Dan sudah seminggu lebih aku ada di sini, menikmati udara bersih pagi hari, mencoba makanan western setiap harinya, nongkrong di bar-nya yang jika setiap rabu malam " Pizza Night " dan Jum'at malam " Barbeque Time " serta menikmati semua fasilitas yang diharapkan bisa membuat betah siapapun yang tinggal di camp Newmont ini.

Banyak hal juga yang dapat kupelajari, terutama masalah kedisiplinan orang-orang disini. Semua patuh terhadap SOP, patuh terhadap rambu-rambu larangan yang ada. Semua menjaganya dengan baik disini. Contoh kecil masalah seatbelt saja, biasanya di Jakarta jarang sekali mungkin penumpang di belakang kemudi mengenakan seatbelt, namun disini semua patuh terhadap aturan memakai seatbelt, dan langsung saling mengingatkan jika ada yang lupa mematuhinya.


Jam 12 waktu setempat saat ini, dan waktunya saya istirahat dari kegiatan rutin saya sehari-hari " Training ". Namun entah kenapa saya malas untuk ke Mess Hall dan makan siang. Semua antusias yang ada ketika pertama kali datang hilang. Tak ada lagi keinginan mencicipi makanan expat, atau mencobai semua hidangan desert yang tersedia. Padahal jujur disini tidak seperti ketika saya pergi ke Kalimantan, disini terdapat signal untuk menelepon, terdapat hotspot agar kita bisa mengetahui kondisi luar, ada kolam renang, meja billiard. Tapi yang saya rasakan saat ini adalah sebuah rasa yang namanya " KERINDUAN ". Makanya saya menuliskannya di tongsampah ini dengan harapan semoga setelah menulis saya siap kembali dengan semangat yang besar.

Saya kangen Princess saya ( ingin melihat dan memeluknya ) , saya kangen semua yang mengisi hari-hari saya di Jakarta. Saya merindukan hari dimana sentuhan hangat dan kata-kata nya bisa saya rasakan dan dengar secara langsung. Mungkin kedengarannya berlebihan namun itulah yang saya rasakan saat ini. Ku putar Michael Buble " Let Me Go Home ", aku punya waktu setengah jam untuk menikmati kegalauan ini namun setengah jam kemudian sudah kuputuskan untuk ke Mess Hall makan siang dan mempersiapkan diriku memberikan materi selanjutnya. " OH LET ME GO HOMEEEEEEEEEEE................. "




Another summer day
Has come and gone away
In Sumbawa
 But I wanna go home
Mmmmmmmm

May be surrounded by
A million people I
Still feel all alone
I just wanna go home
Oh, I miss you, you know

And I’ve been keeping all the letters that I wrote to you
Each one a line or two
“I’m fine baby, how are you?”
Well I would send them but I know that it’s just not enough
My words were cold and flat
And you deserve more than that

Another aeroplane
Another sunny place
I’m lucky, I know
But I wanna go home
Mmmm, I’ve got to go home

Let me go home
I’m just too far from where you are
I wanna come home

And I feel just like I’m living someone else’s life
It’s like I just stepped outside
When everything was going right
And I know just why you could not
Come along with me
This was not your dream
But you always believed in me

Another winter day has come
And gone away
In either Sumbawa 
And I wanna go home
Let me go home

And I’m surrounded by
A million people I
Still feel alone
And let me go home
Oh, I miss you, you know

Let me go home
I’ve had my run
Baby, I’m done
I gotta go home
Let me go home
It'll all be all right
I’ll be home tonight
I’m coming back home

Sunday, March 10, 2013

Posted by HerPoer
No comments | 12:33 AM
Sudah lama gak menulis cerita cinta, kali ini saya akan bercerita mengenai kisah cinta antara dua insan yang tak terucap.

Cerita ini berawal ketika seorang pria menjumpai seorang wanita di seberang kelasnya. Sang pria sebutlah namanya Hery Purnomo ( hehehehe.... ) ada dikelas II-7 dan wanita sebutlah namanya Raudha Azhar Safira ( maaf ya kalau ada yang namanya sama, ini hanya sebuah cerita kok. Bisa saja fiksi kan.... ? ) berada di kelas II-9. Yang membuat pria ini tertarik terhadap wanita tersebut adalah karena tahi lalat yang berada tepat di tengah dahinya, selain itu karena sang pria menyukainya sebagai wanita perkasa, kenapa ? karena sang wanita menyukai kegiatan beladiri, dia adalah pemegang sabuk biru karate.

Dari awal curi-curi pandang sampai akhirnya sang pria mempunyai kesempatan untuk berbicara dengan wanita tersebut. Namun sayangnya sang pria terlalu penakut untuk menyatakan cintanya. Dan hal tersebut terus berlangsung sampai mereka selesai sekolah. Bisa dibilang sebenarnya sang pria mempunyai kesempatan yang sangat besar ketika diadakan sebuah acara dari sekolah yaitu " Jalan Bogor Jakarta ". 


Acara " Jalan Bogor Jakarta " tersebut dimulai dari tugu kujang dan berakhir sampai di sekolah di daerah bintaro. Bagi pria tersebut dia mengikuti acara itu untuk menguji ketahanan fisiknya dan dia sama sekali tidak tahu bahwa sang wanita juga mengikuti acara tersebut. Dan sang pria baru mengetahuinya ketika perjalanan sudah di tempuh sampai parung. Setengah terkejut sang pria ketika mengetahui sang wanita pujaannya juga mengikuti acara itu.

" Safira.....?!! "
Sang wanita tersenyum seraya berkata, " Hai Her, kamu gak pakai jaket ? Dingin tau udara malam ini. Oh iya kenalin temenku nih Andien dan Fitri " 

Selanjutnya perjalanan sang pria yang tadinya membosankan karena sendirian sedikit berwarna dengan kehadiran mereka bertiga. Dan entah sudah diatur atau memang terjadi dengan sendirinya selanjutnya Andien dan Fitri berpisah dari mereka dengan alasan mau jalan cepat biar sampai sekolah sebelum shubuh.

Dan mereka ditinggalkan berdua di tengah gerimis yang tiba-tiba turun. Sang pria mengajak sang wanita mempercepat langkahnya karena hujan turun semakin lebat, namun untungnya tidak berlangsung lama. Cuaca menjadi cerah kembali dan bulan kembali bersinar dengan indah.

" Kamu gak dingin Her.....? "
" Baju basah sih tapi gak lah....gak dingin kok "
" Yakin......? " Wanita tersebut berusaha memastikan dan yang membuat sang pria agak terkejut adalah ketika secara tiba-tiba sang wanita meraih tangannya.
" Tangan kamu dingin Her.... " 

Dan selanjutnya genggaman tersebut tak terlepaskan. Mereka berdua berjalan bergandengan tangan menyusuri jalan di bawah siraman sinar bulan. Tak ada kata yang terucap lagi, mereka hanya membiarkan debaran dalam dada yang bicara dan kehangatan genggaman tangan mereka jadi saksi bisu isi hati yang tak terkatakan malam itu. 

Mereka berpisah setelah lulus sekolah, dan dipertemukan kembali di sebuah acara reunian. Dan sekali lagi tak ada kata yang terucap sampai acara reuni sekolah selesai. Hanya sebuah sms dari sang wanita ke pria " Masih saja tetap seperti dulu, gak ada keberanian untuk bicara "

Akhirnya sang pria menelepon sang wanita.

" Hai Safira...."
" Ada apa Her... ? "
" Gak...cuma mau nelepon aja sama mau nanya isi sms kamu ? "
" Langsung aja ya Her....mau nanya. Dulu tuh kamu sayang gak sih sama Safira ? "
" Safira....jujur dulu tuh saya sayang banget sama kamu, namun entah kenapa saya gak punya keberanian untuk mengutarakannya. Kamu wanita yang mempesona saat itu buatku namun gak tahu, aku cuma bisa bilang aku terlalu pengecut untuk menyatakan cinta. Namun satu hal kamu pasti mengetahuinya. Apalagi kenangan jalan Bogor Jakarta itu, kamu pasti merasakan bahwa aku sayang banget sama kamu. "
" Kenapa kamu gak mengatakannya Her.... ? "
" Sekali lagi aku cuma bisa bilang aku gak punya keberanian. Kalau kamu sendiri ? "
" Kamu pasti tahu jawabannya, aku sayang banget sama kamu saat itu. Saat ini aku cuma mau memastikan perasaan waktu itu, tidak ada maksud apa-apa karena aku pun juga sudah mempunyai pasangan saat ini. Cuma pintaku satu Her.....jika kamu memang mencintai seorang wanita katakanlah, karena tetap kita adalah orang timur yang tidak mengizinkan seorang wanita menyatakan dahulu cintanya. "
" Terima kasih Safira, dan maafkan aku. "
" Aku yang terima kasih Her, semoga kamu bahagia di kehidupanmu selanjutnya dan tolong jangan sisihkan aku sebagai seorang wanita yang pernah mencintaimu. "
" Kamu juga, semoga kamu bahagia di kehidupanmu. Kamu adalah bagian hidupku Safira, gak mungkin aku melupakannya begitu saja. "

Friday, January 18, 2013

Posted by HerPoer
No comments | 5:22 PM
Ini adalah cerita cinta Bapak Ibu saya yang saya dapatkan dari Ibu. Cerita cinta mereka tumbuh ketika mereka berdua bertemu di Berland Matraman, Ibu menumpang di rumah salah satu saudara yang kebetulan Bapak juga menumpang di rumah saudara Bapak dan letaknya bersebelahan. Sebenarnya mereka sama-sama berasal dari Wates Yogjakarta namun di sana tidak saling kenal dan kenalnya di Jakarta. Percintaan mereka penuh liku-liku, dimulai dari tidak disetujuinya hubungan mereka karena dengan alasan wajah Ibu jelek. Kebetulan bibir Ibu bagian atas memang agak melenceng karena Ibu pernah sakit panas sekali sewaktu kecil dan mengakibatkan perubahan di wajahnya terutama di bibir. Setiap Bapak habis pergi sama Ibu yang terjadi adalah pakaian Bapak semua ada di selokan ( Frankly It's real according to Ibu ). Namun Bapak tetap dengan pilihannya, meski harus memunguti pakaiannya satu demi satu lalu mencucinya kembali.

Singkatnya akhirnya mereka dapat menikah meski dengan perjuangan yang sangat berat, namun ujian tidak berhenti begitu saja. Sepulang dari kampung, Bapak jobless karena dipecat dari pekerjaannya.( Bapak hanya mendapat izin dari kantornya 1 minggu tapi Bapak sampai hampir 2 minggu. Bukan salah perusahaannya sih tapi salah Bapak yang tidak kasih kabar. Hahahaha......ternyata air cucuran atap jatuhnya juga ke pelimbahan juga ). Bapak bekerja serabutan semenjak saat itu, kerjaan kasar macam jadi kuli bangunan. Untuk membantu Bapak, Ibu menerima jahitan di rumah. Sekitar 6 bulan kemudian ketika Ibu mengandungku, Bapak di terima bekerja di RS Pelni petamburan sebagai pengambil pakaian kotor pasien. ( jenjang Bapak cukup lumayan sampai pensiun mengingat pendidikannya hanya SMP ) Dan aku beserta adik-adikku lahir di RS ini, oleh Bapak ada Purnomo namaku karena ada sebuah harapan menjelang kelahiranku dan semoga masa depanku cerah layaknya sang purnama.

Cinta mereka sederhana, Bapak kalau punya rezeki lebih mengajak Ibu ke Kebayoran untuk sekedar makan Bakso plus bersama kami anak-anaknya. Ibu semarah apapun sama Bapak tetap menyediakan teh hangat untuk Bapak dan menyiapkan makanan ketika Bapak pulang kerja. Ketika Ibu berjualan sayur Bapak lah yang menemani Ibu ke Kebayoran setelah itu langsung pergi ke tempat kerja dengan M09.

Buatku cinta mereka berdua sangat indah untuk dinikmati, memang tidak seperti percintaan di roman-roman atau novel yang penuh kata puitis. Namun tujuan sederhana mereka dalam mencintai masing-masing bahwa mereka akan saling menemani hingga Izrail memisahkan mereka sangat membuatku kagum. Sampai saat ini Ibu masih setia menemani Bapak meski Bapak sekarang sering gak nyambung karena pendengarannya sudah agak berkurang, masih membuatkan sarapan yang sesuai dengan permintaan Bapak, lalu Bapak masih setia menunggui Ibu pulang kalau Ibu pergi ngaji setiap Selasa Kamis, sibuk nelponin Ibu kalau kebetulan Ibu menginap di rumahku kata Bapak " Gak ada yang nemenin Bapak di rumah, Ibu cepet pulang "

Bapak.....Ibu......semoga kelak Hery bisa seperti kalian.

Thursday, December 13, 2012

Posted by HerPoer
No comments | 2:43 AM
" Sudah larut malam kekasihku, maaf ya aku tutup teleponnya. Sebenarnya gak rela tapi kita berdua butuh istirahat biar besok siap menyambut mentari. Selamat malam Sayangku....mimpi indah dan jangan lupa doa kalau mau tidur. 
Izinkan ke kecup keningmu yang kadang berkerut melihat kelakuanku, kedua matamu yang belo, pipimu yang kemerahan kalau kepanasan, lalu hidungnya diadu ting...ting...ting, dan untuk bibirmu yang seperti Suneo kalau lagi marah. Mphuach.....I LOVE YOU WITH ALL MY HEART. "

Kututup gagang teleponku sembari kutengadahkan kepalaku dan kubayangkan dirinya di ujung sana. Wanita sederhana dengan kelembutan yang mempesona. Rambutnya hitam panjang terurai, matanya indah besar ( seperti ikan mas koki aku menyebutnya ) dipermanis dengan kacamata kotak warna hitam, gundukan pipinya yang menyembul ketika dia tertawa menambah daya pesona pada dirinya. " Tuhan......tolong dekatkan kami berdua " pintaku dalam hati.

Kecantikan pada dirinya memang yang menjadi awal ketertarikanku padanya, namun saat itu aku tidak punya keberanian sama sekali. Yang pertama adalah soal strata sosial, alasan yang klasik namun jujur saat itu aku sangat....sangat tidak percaya diri dengan keadaanku. Lalu yang kedua adalah soal keyakinan kami yang berbeda, Sonya Inesita adalah seorang Nasrani dan aku seorang Muslim. Namun ternyata cinta mempunyai caranya tersendiri untuk mempertemukan dua hati dan menyatukannya.

Waktu itu hari Senin, dan seperti Senin - Senin yang lainnya kami diwajibkan mengikuti upacara bendera dengan seragam putih-putih dan datang ke sekolah lebih awal. Namun saat itu aku telat lagi seperti Senin 2 minggu yang lalu dan alhasil berdiri di luar pagar sekolah sampai upacara selesai seraya menerka-nerka hukuman apa yang akan kuterima nanti. Dan ternyata aku tidak sendiri, seorang gadis cantik turun dari mobil yang mengantarnya dengan wajah penuh kegelisahan, Sonya.....

Jadilah kami berdua di luar pagar menanti upacara selesai, kalau soal hukuman jujur aku tidak terlalu mempermasalahkan karena seringnya aku menerima hukuman akibat ketidak disiplinanku atau pun kenakalanku di sekolah, namun yang jadi masalah adalah aku punya kesempatan untuk berbicara dengan gadis yang mana setiap pria di sekolah ini termasuk aku mengaguminya, dan aku bingung bagaimana harus memulainya. Akhirnya.....
 
" Hai Sonya.....Gw HerPoer " seraya kuangsurkan tanganku. ( Hahahahaha.....sumpah garing makiku dalam hati )
" Hai.... " Jawabnya sembari mengangsurkan tangannya juga.

Canggung awalnya, rada-rada kikuk, namun terbilang sukseslah untuk permulaan sebuah perkenalan. Setelah upacara bendera selesai kami dihukum dengan melakukan sikap hormat ke bendera selama setengah jam, dan baru aja berlangsung 15 menit, tiba-tiba tubuh Sonya limbung mau jatuh, dengan sigap aku menangkapnya dan langsung membawanya ke ruang UKS. Ternyata dia belum sempat sarapan tadi di rumah karena telat bangun, kerugian baginya namun suatu keuntungan buatku. Setelah kejadian itu, aku dan Sonya semakin dekat. Aku semakin mengenal dirinya, pribadi yang menarik ternyata. Cantik, namun rendah hati, tajir tapi dermawan karena aku sering ditraktirnya jajan di kantin ( hahahaha....jangan salahin saya, salahkan Bapakku yang memberiku uang saku hanya cukup untuk ongkos pulang pergi naik angkot dan jajan gorengan 2. Untuk minum saja aku minta ibu kantin ). Bersamanya aku menemukan diriku yang berbeda, menjadi pribadi yang lebih terarah, sedikit aktif di kegiatan sekolah juga mulai berdamai dengan Allah SWT karena Sonya selalu mengingatkanku untuk shalat. Untuk mading sekolah aku adalah pengisi segala sesuatu yang berhubungan dengan sastra, mulai dari puisi, cerpen, cerbung, dll. Sonyalah yang mengajakku dan memberikan keyakinan kepada ketua OSIS Rizqy bahwa aku bisa menulis.

Kami mengikat janji sebagai sepasang kekasih, di suatu sore sepulang dari sekolah. Waktu itu kebetulan Sonya tidak dijemput, dan dia memintaku mengantarnya sampai rumah. Diangkot awalnya biasa saja, namun ketika datang 2 orang murid SMU yang secara kurang ajar menggoda Sonya semuanya berubah. Naluri laki-lakiku timbul, kutegur mereka secara halus awalnya namun yang aku ingat kemudian aku sudah berdiri di pinggir jalan menghadapi mereka berdua. Sebenarnya aku kalah ( hahahahaha..... ) namun beruntung waktu itu lewat patroli polisi yang membuat mereka tunggang langgang. Perutku masih terasa sakit terkena tendangan dan pinggir bibirku pecah kena pukulan. Namun itu semua membawa berkah, secara tidak sadar aku mengungkapkan perasaanku kepada Sonya ketika Sonya sedikit menyalahkan kenapa aku keburu emosi. Toh mereka hanya sebatas menggoda dengan kata-kata.

" Laki-laki harus punya sedikit nyali untuk melindungi orang yang dicintai "
" Maksud kamu ? " tanya Sonya
" Untuk kening, mata, pipi, hidung, bibir dan semua yang ada didirimu aku siap menjaga dan melindunginya, karena aku mencintaimu Sonya Inesita. Maafkan aku tapi sejujurnya itulah perasaanku "
" Kenapa harus minta maaf ? Satu pintaku jangan cepat emosi ya, dan jika ingin melindungiku buat tubuh kurusmu itu lebih berisi. Hahahahaha..... "
" Maksud kamu apa ? Malah tertawa segala " sekarang ganti aku yang bertanya
Disekanya darah yang mulai sedikit mengering dibibirku dengan sapu tangannya seraya berkata, " Cinta tak harus berbalas kata, cukuplah debaran dalam hati ini yang bicara bagaimana akupun mempunyai perasaan yang sama "
" Sungguh.... ? " tanyaku setengah memelas. Sonya mengangguk, ku acak-acak rambutnya lalu kuangkat dagunya dan kutatap matanya seraya berkata

" Untuk kening, mata, pipi, hidung, bibir dan semua yang ada didirimu aku siap menjaga dan melindunginya. SONYA INESITA.....I LOVE YOU WITH ALL MY HEART "


Tuesday, November 27, 2012

Posted by HerPoer
No comments | 2:45 PM
Ini adalah salah satu lagi kenangan masa kecilku, yaitu ikan cupang. Teman-teman semua pasti tahu mengenai ikan cupang dan mungkin juga mempunyai pengalaman serupa dengan saya. 

Ketika saya pindah ke tempat tinggal Bapak yang sekarang salah satu yang saya bawa adalah ikan cupang jagoan saya. Warnanya merah tua, dengan sirip dan ekornya yang mengembang serta dasi di lehernya yang memikat. Ikan saya ini tidak pernah kalah jika diadu, di tempat tinggal saya banyak teman-teman yang penasaran dan mencoba mengajak tarung kembali dengan jagoan cupang mereka yang baru, namun bisa dibilang mereka tak pernah menang. Nah karena saking sayangnya sama ikan cupang saya ini maka ketika pindah pun ikan ini saya bawa. Ikan ini saya beli waktu itu setelah melakukan serangkaian test, biasanya penjual ikan cupang meletakkan barang dagangannya di toples bekas selai roti, dan saling dihadapkan satu sama lain tapi diberi semacam pembatas dari karton atau bekas kardus. Nah ketika karton pembatas tersebut dibuka saya mencari ikan yang langsung galak dan menghampiri ikan di sebelahnya, lalu saya juga melakukan test lidi, yaitu saya masukkan lidi ke dalam toples tersebut dan ternyata ikan saya saat itu langsung menghampiri dan langsung menerkam lidi tersebut. Nah melihat kesangarannya akhirnya saya menjatuhkan pilihan saya ke ikan saya itu.

Di tempat tinggal saya yang baru, ikan cupang saya ini tetap melakukan ritual yang sama seperti sebelumnya. Saya pendam di dalam tanah tanpa dikasih makan selama paling cepat 3 hari, lalu ketika saya keluarkan saya kasih makan " encu " yaitu bintik nyamuk yang kebetulan banyak terdapat di tempat tinggal saya yang baru. Lalu saya pendam kembali atau di tempatkan di tempat yang kurang cahaya. Tujuannya saat itu adalah biar ikan cupang saya tetap ganas dan ketika bertarung benar-benar liar, entah apakah ada hubungannya atau tidak.

Namun jujur, ikan cupang saya masih tak terkalahkan. Jadi ketika saya sudah mempunyai teman dan kebetulan dia juga punya ikan cupang, ikan saya di adu dengan ikannya, mula-mula " kedok-kedokan ", lalu ikan saya menghampiri dan langsung tubuh ikan cupang teman saya di sontok, ekornya dikoyak dan dasinya di habisi. Lalu adu mulut, di sontok kembali ikan temanku dan tak berapa lama kemudian ikan temanku sudah berlarian kesana-kemari dikejar oleh ikanku dengan penuh ketakutan. Hahahahahaha........menyenangkan dan membanggakan sekali saat itu. Dan ikanku terus tak terkalahkan, sampai suatu hari ketika saya pendam dan saya keluarkan kembali ternyata ikan saya sudah tak bernyawa. Sedihhhhhhh banget saat itu, ikan kebanggaan saya, ikan saya yang juara, akhirnya harus berakhir di halaman belakang rumah saya.

Monday, November 26, 2012

Posted by HerPoer
No comments | 6:17 AM
Jika anak-anak sekarang sehari-harinya hidupnya dihiasi dengan aneka gadget ( psp, tablet, laptop, dll ), lain dengan masa kecilku dahulu. Masa kecilku penuh dengan cemong sana-sini, dari tanah merah sampai lumpur. Apalagi jika menyangkut kegiatan mencari ikan, wuihhh....menyenangkan sekali.

Aku besar bukan di lingkungan perkotaan, dimana masih terdapat banyak rawa, sawah dan empang. Dan hampir setiap hari minggu aku bersama teman-temanku melakukan kegiatan mencari ikan. Berbekal serokan ikan dan ember buat menempatkan ikan yang kami dapatkan, kami mencari ikan yang banyak terdapat di rawa tak jauh dari tempatku tinggal. Biasanya yang kami cari adalah ikan sepat, selain untuk di konsumsi karena rasanya enak dan bisa di goreng garing, kadang kami pelihara di toples. Lalu jika kebetulan menjumpai ikan gapik yang warna-warni juga kami tangkap dan kami pelihara juga untuk pemanis toples kami dengan ekornya yang warna-warni. Yang lebih mengasyikkan adalah jika kami ikut orang-orang dewasa melakukan kegiatan membendung rawa. Rawa-rawa biasanya berupa petak-petak, lalu satu-satu petak kami buang airnya ke petak di sebelahnya sehingga air menjadi surut dan yang tinggal hanya lumpur serta ikan-ikan yang menggelepar dan lompat-lompatan yang langsung berebutan kami tangkap. Jika melakukan kegiatan membendung keuntungannya ikan yang jarang sekali muncul ke permukaan bisa ditangkap, seperti ikan gabus, atau ikan betok yang sirip atasnya tajam sekali, terkadang kami bisa juga mendapatkan belut, namun kegiatan ini melelahkan. Makanya jika orang dewasanya hanya sedikit biasanya memakai obat biar ikan-ikannya pada mabuk dan naik ke permukaan, namun saya kurang suka karena menurut saya kurang menyenangkan.

Lalu ada lagi yang namanya ngobor, ini kami lakukan malam hari dan pasti ditemani orang dewasa. Berbekal lampu petromak, serokan, gagang besi pipih panjang untuk menggebuk ikan, kami menyusuri sungai untuk mencari ikan. Jika sepat kami serok, namun jika menjumpai ikan yang besar seperti gabus, atau belut dan lele kami gebuk dengan menggunakan besi tersebut. Tak jarang jika kegiatan ini kami lakukan setelah sehari sebelumnya hujan kami bisa mendapatkan banyak ikan dan ikan-ikan lepasan dari kolam-kolam peliharaan. Ada tawes, ikan mas, bahkan kami pernah menjumpai ikan koi loh, namun tak bisa kami dapatkan karena berenangnya cepat sekali dia. Lalu ada lagi sebenarnya cara menangkap ikan yaitu pakai aliran listrik dengan aki yang dipanggul, cuma aku hanya melihat saja tidak pernah melakukannya.

Nah yang lebih seru lagi adalah menyantap hasil dari kegiatan mencari ikan tersebut, ikan-ikan digoreng semuanya lalu memasak nasi dan ada yang membuat sambal. Cara makannya setelah semuanya matang, diletakkan di atas daun pisang yang sudah disiapkan, lalu kami mengelilingi daun pisang tersebut dan setelah berdoa langsung tangan kami berebutan memisahkan nasi dan ikan ke hadapan kami. Sumpah.....pengen kembali ke masa-masa tersebut.

Friday, November 16, 2012

Posted by HerPoer
No comments | 7:29 PM
Ini adalah sebuah cerita dimana aku memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada kekasihku dengan cara yang mungkin konyol dan memalukan. Saat itu aku benar-benar tidak punya uang, dan aku bingung hendak memberikan hadiah apa untuk kekasihku tercinta. Di tengah kebingunganku saat itu, secara tidak sengaja aku menemukan cara untuk bagaimana memberikan hadiah untuknya, yaitu dengan cara menyamar jadi pengamen didalam bus kota dan akan kumainkan lagu happy birthday untuknya dengan harmonikaku.

Awalnya tak sengaja ide tersebut itu terlontar, selepas pulang kerja sebenarnya aku janjian dengan kekasihku untuk menjemputnya di daerah Tanah Kusir, namun urung karena ternyata kekasihku masih harus mengurusi banyak hal di pekerjaannya, but blessing in disguise for me. Di saat aku menunggu kekasihku tersebut, ada seorang pengamen yang meminjam korek kepadaku. Dari cuma sekedar basa-basi akhirnya aku banyak bertanya mengenai kegiatannya sehari-hari mengamen. Ku pinjam gitarnya dan ku coba mainkan sebuah lagu " If You Were My Baby " nya Rick Price, nah dari genjrang-genjreng itulah tiba-tiba terbersit sebuah ide tentang memberikan kejutan buat kekasihku di dalam bus kota. Kebetulan kekasihku itu jika hendak berangkat kerja menumpang metromini jurusan Bintaro - Blok M, dan abang pengamen yang akhirnya ku ketahui namanya Budi itu, memang melakukan pekerjaannya di rute tersebut. Ku beranikan diriku untuk meminta bantuannya, kukatakan padanya aku akan membantunya bermain gitar ketika dia mengamen karena aku tidak bagus dalam hal bernyanyi sebagai imbalannya mau menolongku melancarkan rencanaku ini. Ternyata gayung bersambut, abang pengamen tersebut menyanggupi permintaanku sembari berucap " Konyol loe Her, tapi gw suka ide loe " saya hanya tersenyum saja menanggapinya.

Singkatnya, hari itu 27 Oktober kami berjanji bertemu di tempat biasa kekasihku menunggu bus. Aku memakai topi untuk menutupi wajahku, agar kekasihku tidak mengetahui penyamaranku, Bang Budi ternyata sudah menungguku, ketika melihatku dia langsung berkata " Gw kira gak jadi loe Her ? " dan langsung kujawab " Gak mungkin lah Bang kalau gak jadi, cuma ini yang bisa gw lakuin Bang. Kagak ada duit gw " dia langsung tertawa keras mendengarnya. Selang 15 menit kemudian kekasihku tiba, hari itu dia mengenakan setelan rok dan kemeja putih yang dipadu dengan blazer yang berwarna senada dengan roknya abu-abu. Kelihatan mempesona sekali, oh iya dari semalam aku sengaja tidak meneleponnya untuk mengucapkan ulang tahun padanya. Lalu dia menaiki bus tersebut, dan mengambil duduk di tengah, kami pun menyusul tidak berapa lama dan mengambil tempat di belakang. 10 Menit kemudian bus berjalan, dan kami pun mulai mengeksekusi rencana kami ini, awalnya aku mengiringi Bang Budi bernyanyi sembari kuperhatikan kekasihku yang hanya berjarak 2 bangku dari tempatku. Dia sama sekali tidak mengetahui bahwa yang mengiringi pengamen di depannya itu adalah laki-laki yang telah memikat hatinya ( hahahaha.....). Setelah satu lagu selesai, ku ambil harmonikaku yang kuselipkan di kantong celana jeansku lalu ku mulai berbicara layaknya penjual-penjual yang ada di atas bus....

" Bagi para penumpang bus, saya mohon maaf jika sekiranya kehadiran saya ini mengganggu. Pagi ini tak ada niatan lain dihati saya selain saya ingin mengucapkan selamat ulang tahun untuk kekasih saya tercinta ! " aku terdiam sebentar dan kubuka topiku lalu kuhampiri kekasihku. Dia terkejut melihatku ada di depannya, sambil membelalakkan matanya. Lalu langsung kulanjutkan kata-kataku

" Sayang....selamat ulang tahun. Hari ini adalah hari spesial untukmu, maafkan aku jika sekiranya selama ini aku menjadi kekasih yang kurang bisa membahagiakanmu, dan maafkan aku juga bila ternyata yang aku lakukan saat ini mempermalukanmu. Hanya satu sayang inginku, kebahagiaanmu. I Love you....with all my heart. Dan selamat ulang tahun untukmu " Lalu kudekatkan harmonikaku dan mulai kumainkan melodi lagu happy birthday dan Bang Budi membantuku, yang tidak disangka-sangka ternyata penumpang bus yang lain ikut menyanyikan lagu Happy Birthday untuk kekasihku.

Kulihat mata kekasihku berkaca-kaca, lalu dia bangkit berdiri dan menghampiriku. Ketika selesai lagunya, dia langsung memelukku dan berkata " Ini adalah kado teristimewa yang belum pernah aku dapatkan di ulang tahunku sebelum-sebelumnya, terima kasih sayang. I love you too....with all my heart " dan kekasihku juga mengucapkan terima kasih kepada Bang Budi dan penumpang lain yang menurut dia telah membuat hari ini istimewa buatnya. Kemudian aku menemaninya sampai Blok-M, yang membuatku terkejut dia lalu menelepon kantornya dan mengatakan tidak bisa masuk kerja hari ini. 

" Kamu telah membuatku bahagia pagi ini, sekarang giliranku untuk menyenangkanmu. Kamu mau kemana sayang ? Aku tahu kamu lagi gak punya uang kan ? Jangan khawatir aku yang traktir kali ini, tapi awal bulan nanti diganti ya. Hahahaha.... " Aku meraih tangannya, dan kugenggam erat. Ku cubit hidungnya gemas lalu ku acak-acak rambut depannya. " Ngeledek ya.....ku buat kamu gak berdaya nanti " sambil menyunggingkan senyumnya yang menawan dia lalu berkata " Siapa takut....hahahahahaha "

Kami akhirnya memutuskan untuk pergi ke Dufan, kami berdua sama-sama membolos kerja hari itu. Namun kami tak peduli yang penting kami bahagia dan hal yang paling penting buatku aku bisa membahagiakannya dengan biaya yang sedikit. Hahahahahaha....oh How I Love that day.

Tuesday, November 13, 2012

Posted by HerPoer
No comments | 4:29 PM
Lihat sekumpulan bocah bermain riang
Memadu canda dan bergelak tawa
Terbersit hidup bebas tak terkekang
Hanya ikuti arus hidup membawa

Terbayang masa kecilku dahulu
Berlugu wajah yang siap terima hari
Binar mata berkerling jenaka slalu
Siap songsong esok menyambut mentari

Reff:
Alangkah indahnya jika ada mesin waktu
Yang bisa menembus lorong dimensi
Agar bisa kunikmati kembali masa kecilku
Meski itu cuma sebatas mimpi
( Biarkan aku berkhayal )
Sebatas mimpi......
( Biarkan terbang ke awan )
Sebatas mimpi.....

Itu adalah lirik lagu yang aku ciptakan dan diaransemen bersama temanku. Tak disengaja awalnya lagu itu tercipta, saat itu kami sedang asyik membicarakan hal mengenai musik dengan gitar di tangan kami masing-masing. Tak berapa lama hujan turun, dan kemudian tiba-tiba muncul segerombolan anak kecil mandi hujan. Berlarian berkejar-kejaran, tertawa riang, terjatuh lalu bangkit tertawa kembali, menengadahkan kepalanya menyambut hujan yang turun. Sungguh suatu pemandangan yang mengingatkanku kembali akan masa kecilku dahulu. Langsung ku ambil pena dan buku coret-coretanku dan kurangkai kata bait demi bait lalu kuambil gitarku dan kucari nada dan kuminta bantuan temanku untuk menyanyikannya karena kebetulan suaraku terlalu bagus untuk bernyanyi sehingga orang segan untuk mendengarnya. Dan terciptalah lagu tersebut.........

Sungguh ingatanku dipaksa untuk kembali ke masa kecilku yang penuh kebahagiaan dahulu. Masih jelas dalam ingatanku dahulu sering aku melakukan hal yang sama seperti anak-anak tersebut ketika hujan. Mandi hujan......hahahahahaha, suatu aktivitas yang sangat menyenangkan buatku. Main sepakbola dibawah guyuran hujan atau main kejar-kejaran dengan teman-temanku dan saling melempar tanah merah ke baju yang kami kenakan. Setelah selesai dan pulang ke rumah, aku dimarahi ibu karena bajuku kotor dan kulitku sudah keriput-keriput karena kedinginan terlalu lama mandi hujannya. Namun hal tersebut aku lakukan berulang dan berulang kali setiap turun hujan.

Jujur melihat mereka, aku merindukan masa kecilku. Aku rindu bermain kelereng, kasti " softball ", menangkap ikan di rawa, dan menangkap belalang besar untuk kami bakar kemudian di makan. Aku rindu shalat Maghrib lalu main kencang-kencangan teriak Amin dengan teman-temanku, naik di papan kecil yang kami beri roda bawahnya lalu di dorong di turunan jalan. Masa kecilku yang menyedihkan hanyalah aku tak bisa bermain layang-layang, tak pernah aku berhasil menaikkan layang-layang sampai ke awan, nasibku hanyalah sebagai pemegang benang dan bertugas menggulungnya atau mengulurnya ketika temanku mengadu layang-layang. Namun aku mahir jika mengejar layang-layang yang putus dan kemudian ku jual kembali jika sudah terkumpul banyak.Ya Allah....aku rindu masa kecilku.

Tidakkah menyenangkan jika ada mesin waktu dan kita bisa kembali ke masa kecil kita dahulu ? Jika memang ada mesin waktu dan aku bisa kembali ke masa kecilku, aku ingin belajar menaikkan layang-layang jadi aku tahu nikmatnya hal tersebut.

Friday, November 2, 2012

Posted by HerPoer
No comments | 5:26 PM
The falling leaves drift by my window
The autumn leaves of red and gold
I see your lips the summer kisses
The sunburned hands I used to hold

Since you went away the days grow long
And soon I'll hear old winter's song
But I miss you most of all my darling
When autumn leaves start to fall

Aku memulai pendakian ku di Gunung Gede, ditemani serpihan-serpihan hatiku yang berserakan. Aku dan dirinya baru saja berpisah, dan untuk sedikit mengobati hatiku yang gundah aku melakukan pendakian ini. Di puncak gunung nanti akan kuteriakkan namanya sekeras-kerasnya dan sebanyak-banyaknya, dan semoga ketika kuturun nanti dari puncak gunung dapat kulupakan dirinya.

Della Sarah Destrianda, itulah namanya. Gadis manis yang kukenal sejak masa awal sekolah menengahku. Pertama bertemu dia sedang berdiri di tiang bendera di temani ibunya dengan jerawat yang memerah di pipinya. Lucu sekali melihatnya saat itu, menggandeng tangan ibunya seolah takut ditinggalkan dan menunduk malu mencoba menutupi jerawatnya. Hahahaha....tapi ternyata kami sekelas.Kami bagai dua kutub magnet yang berbeda namun terdapat daya saling tarik menarik. Dia wanita pemalu yang penuh pesona sedangkan aku adalah lelaki yang tidak tahu malu. Bisa dibilang hampir ada saja kejadian yang menyebabkan aku dihukum oleh guruku, semua hukuman pernah aku jalani, disuruh lari keliling lapangan, jalan jongkok mengitari lapangan, push up sampai yang berupa tamparan. Namun untungnya aku masih merupakan salah satu murid yang lumayan pandai sehingga tidak pernah sampai hukuman skorsing atau dikeluarkan. 

Dan awal kisah kami, diawali dengan kejadian yang sebenarnya sangat tidak menarik. Karena begitu pemalunya dia, aku menggodanya ketika pelajaran sedang berlangsung. Kebetulan dia duduk tepat di belakangku, ku panggil namanya dengan pelan pertama kali setelah itu kubalikkan badanku dan kuajak dia untuk istirahat dan ke kantin nanti bareng. Dia menggeleng pelan tanda tidak menyetujui permintaanku, lalu kukatakan padanya bahwa aku tidak membutuhkan persetujuannya. Dia sedikit mendelik dan aku tertawa, yang tidak aku sadari ternyata ibu guruku yang terkenal galak sudah berdiri di dekatku. Hasilnya sebuah jeweran dan hukuman berdiri di depan kelas dengan satu kaki terangkat aku jalani sampai pelajarannya selesai. Namun ternyata hukuman itu membawa berkah buatku, ketika istirahat Della menghampiriku dan dengan tersipu berkata, " Ayo Della temani Hery ke kantin "

Such a silly moment, dan semenjak hari itu kami menjadi akrab. Dan suatu hari di pojokan taman sekolahku ketika kami berdua saja sementara yang lainnya asyik bermain basket, ke kantin, aku bertanya kepadanya apa tidak malu sering bareng bersamaku, karena dia anak baik-baik sedangkan aku kebalikannya. Dia berkata dia senang bersamaku karena aku bisa membuatnya tertawa dan dia mengagumi kepandaianku. " Hery badung, di kelas tukang bikin onar tapi herannya tiap ulangan kok nilainya bagus terus ya ? Della kagum sama kepandaian Hery. " lalu kubilang " Ah...nggak asyik. Kirain kagum sama orangnya "

Dia memandangku dan entah keberanian darimana kukatakan padanya mau tidak menjadi kekasihku, dengan pipi penuh semburat merah yang terlihat nyata sekali kerena kulitnya yang putih, dia mengangguk menyatakan kesediannya menjadi kekasihku. Dan dimulailah hari-hari kami merajut asa bersama. Bisa dibilang Della sedikit merubahku, aku yang tadinya bengal mulai sedikit teratur, Guru-guru ku pun sedikit heran melihat perubahanku, sampai ada yang bilang " kayanya Hery sering gak masuk ya akhir-akhir ini, karena saya gak pernah dengar lagi celotehannya " aku hanya tersenyum kecil saja menanggapinya. Kebahagiaan kami rasakan setiap harinya. Setiap pulang sekolah kutemani dirinya sampai jemputannya datang, lalu jika pagi gantian dia yang menungguku di depan gerbang. Kerling manja matanya, tangannya yang lentik dan halus yang selalu melingkari tangan ku ketika kami berduaan, hitam dan harum rambutnya, serta perhatiannya benar-benar membuatku berterima kasih kepada Tuhan. Telah dikirimkan kepadaku seorang bidadari yang tersesat untuk menemani hari-hariku. 

Namun ternyata kebersamaan kami harus terhenti, Tuhan berkehendak berbeda. Ayah Della dipindah tugaskan ke luar pulau untuk 5 tahun ke depan. Awalnya kami masih terus mencoba menuntaskan kerinduan kami masing-masing lewat suara. Namun terbayang dia diujung sana menangis ketika mengatakan " Della kangen banget sama Hery " hatiku menjerit. Sehingga akhirnya suatu hari aku memutuskan hubunganku dengannya, bukannya aku menyerah namun aku tidak mau dia terus menjalani hidup tanpa suatu hal yang pasti. Jalan kami masih panjang, biarlah Della membenciku namun aku ingin dia bisa menjalani hari-harinya tanpa kehadiranku. Egois memang kedengarannya namun saat itu aku merasa itulah yang terbaik buat kami berdua. Dia bilang " Hery jahat, gak ngerti perasaan Della " lalu menutup telepon tiba-tiba dan aku merasakan airmataku menggenang di pelupuk mataku.

Saat ini aku sudah berada di air terjun Cibeureum, termangu di sebuah batu besar. Teringat kenangan akan dirinya. Hatiku menjerit, dadaku terasa sesak. Tuhan.....aku mencintainya, berilah kebahagiaan untuknya.

C’est une chanson, qui nous ressemble
Toi tu m’aimais et je t'aimais
Nous vivions tous, les deux ensemble
Toi que m’aimais moi qui t'aimais
Mais la vie sépare ceux qui s’aiment
Tout doucement sans faire de bruit
Et la mer efface sur le sable les pas des amants désunis

Ini adalah lagu yang kita sukai
Kau mencintaiku dan aku mencintaimu
Kita hidup berdua bersama-sama
Kau mencintaiku seperti aku mencintaimu
Tapi hidup memisahkan mereka yang mengasihi
Perlahan tanpa membuat kebisingan
Pecinta dipisahkan bagai pasir dihapus oleh lautan

Sunday, October 21, 2012

Posted by HerPoer
No comments | 2:23 PM
Ini adalah cerita mengenai perbedaan yang terkadang kita tidak bisa memaknainya sebgai sebagai sebuah kekayaan. Begini ceritanya.....( hahahaha.....kaya tayangan di TV )

Kelas 2 SD saya pindah ke daerah Pondok Betung, dan disana saya mendapati banyak hal baru dalam kehidupan saya, termasuk soal makanan. Dari kembang duren yang dikumpulkan lalu diolah menjadi hidangan oseng-oseng teman makan nasi, sampai ke Jengkol. Jujur karena penasaran awalnya namun ternyata ketika saya mencicipinya, Masya Allah top markotop rasanya terutama jengkol. Namun kegemaranku makan jengkol harus sedikit direm karena di keluarga Bapak paling benci terhadap makanan tersebut dan celakanya ketika saya memadu kasih dengan seorang gadis dia juga sangat tidak suka terhadap makanan enak tersebut.

Jika saya menyenangi jengkol, kekasih saya sangat menggemari duren yang sebenarnya sangat saya tidak suka dan baunya membuat kepala saya pusing tujuh keliling. Namun seringkali saya harus menemaninya makan duren di kalibata karena itu ketika menemaninya saya hanya berdiri di kejauhan. Dan karena frekwensi yang rutin ke kalibata terkadang kami bertengkar, bukan karena saya tidak mau menemaninya kesana namun karena kenapa saya harus berkompromi dengan duren sedangkan dia sama sekali tidak mau berkompromi dengan jengkol. Namun akhirnya selalu saya yang harus mengalah, dan itu terus berlangsung sampai sekian lama, sampai suatu ketika kekasih saya tersebut membawakan saya sarapan nasi uduk plus jengkol kesukaan saya. Dan dia berkata,

“ Maafin aku sayang kalau selama ini sikapku menyebalkan. Kamu gak pernah absen sedikitpun jika saya minta diantarkan ke kalibata dan terkadang memaksa kamu sayang untuk cicipin duren, lalu aku selalu marah kalau kamu makan jengkol. Padahal sedikitpun kamu gak pernah melarangku buat makan duren. Sekarang aku mau berusaha jadi pasangan yang baik untukmu, jika kamu bisa memahamiku kenapa aku gak bisa memahami dirimu ?

Sekali lagi maafin aku ya. Sekarang izinin aku suapin kamu makan makanan kesukaanmu. Mulai hari ini dan seterusnya kamu boleh kok makan jengkol. Maafin aku ya untuk sikap yang sangat menyebalkan..... ”

Saya hanya diam, lalu saya raih kepalanya dan kudaratkan kecupan di keningnya seraya berkata, “ Terima kasih sayang, I Love You ”

Wednesday, October 17, 2012

Posted by HerPoer
No comments | 5:12 PM
Bulan menyisakan separuhnya untuk dinikmati, di bibir pantai ku nikmati alunan debur ombak yang terkadang mendesah pelan lalu tiba-tiba berteriak lantang pecahkan karang. Kuhembuskan nafas perlahan dan kuterawangkan pandangan, berharap engkau luruh dalam pangkuan. Pukul 2 dinihari, di ujung sana lambat laun keramaian mulai meminta diri pergi, yang tersisa angin pantai yang mulai bekukan tubuhku meski sudah dibalut dengan jaket yang sangat tebal. Malam ini mataku sulit untuk dipejamkan, entah kenapa ingatanku terus tertuju kepadanya.

Namanya Sonya, gadis berkacamata dengan rambut lurus panjang sebahu, sepintas wajahnya mengingatkanku pada Lisa Loeb awalnya. Entah apa yang merasuki pikiranku saat itu untuk mendekatinya namun yang terjadi selanjutnya adalah kami merajut asa bersama dalam cinta. Dalam hal pandangan hidup kami tidak begitu berbeda, pun dalam hal selera makan. Jurang pemisah kami adalah keyakinan kami. Sonya adalah Nasrani sedangkan aku adalah seorang muslim. Kebahagiaan cinta membuat kami tidak mempermasalahkan hal tersebut awalnya, jika hari minggu tanpa diminta aku menemaninya ibadah. Kuantarkan dirinya sampai di halaman gereja lalu kutunggui dirinya sampai selesai ibadah di warung mie ayam yang tepat berada diseberang gerejanya. Dan jika waktu shalat tiba dia akan mengingatkanku untuk shalat. Yang tak kan lupa dalam ingatan adalah suatu hari di bulan ramadhan, Sonya khusus membuatkan makanan untukku berbuka. Dari gorengan yang sangat aku gemari, hingga oseng kangkung pedas dengan tempe goreng sebagai makanan utamanya. Dan sebagai balasannya saat natal ku hadiahi dirinya cd yang berisi puji-pujian terhadap Tuhannya. Kami tidak pernah mempermasalahkan akidah kami, kami saling menghormati satu sama lain.

Kami berjalan bergandengan tangan menyongsong mentari dengan cinta dan pengertian serta harapan semoga Tuhan selalu memberikan jalan bagi kami untuk terus bersama. Suatu hari pernah kurengkuh dirinya dalam dekapan lalu ku kecup kening, mata dan pipinya seraya berkata, " Aku mencintaimu, saat ini menurut agamaku aku telah berdosa karena engkau belum halal untukku, namun jika sekiranya kamu halal untukku, akan kujaga kamu sampai akhir hayatku. Tak akan kubiarkan kening itu berkerut dengan tingkah lakuku yang menyakitkanmu, hanya akan kubiarkan mata itu meneteskan air mata lalu mengalir ke pipi mu karena bahagia. Aku mencintaimu sayang, semoga Tuhan memang menjadikanmu wanita pendamping hidupku. "

Dia membalas pelukanku dengan erat, dan dibisikkan kata ke telingaku, " Dalam doaku aku selalu meminta kepada Tuhan kebahagiaan dan keselamatan untuk keluargaku lalu setelah itu tak lupa aku meminta kepada Tuhan jadikanlah laki-laki jelek item bernama Hery Purnomo sebagai iman buatku dan buat anak-anakku kelak. " Sambil tertawa kecil dia mencium pipiku manja lalu berlari menjauh memintaku untuk mengejarnya.

Namun ternyata manusia hanya bisa berencana, ternyata perbedaan yang sangat mendasar tersebut tidak dapat dicarikan jalan keluarnya. Sonya sangat mencintai Tuhan nya, begitu juga diriku. Sehingga di suatu senja, di sebuah taman yang sering kami datangi jika ingin menikmati waktu berdua saja di waktu sore, meski menyakitkan kami berpisah.

Sekarang kenangan tersebut beresonansi dalam kepalaku dan membuatku tak dapat tidur. Di bibir pantai di temani debur ombak bayangan dirimu hadir persis seperti saat kita berpisah.

" Aku mencintaimu, namun apakah kita harus menukarkan iman kita masing-masing kepada Tuhan hanya atas nama cinta ? Aku ingin mencintaimu karena Tuhan ku, menjadikan kau halal bagiku karena agamaku. Perbedaan itu mempesona namun bukan berarti kamu harus mengagumi semuanya. Menyakitkan jika harus berpisah denganmu, namun jauh lebih menyakitkan jika aku harus berpisah dengan Tuhan ku. Dia yang mempunyai kehendak mempertemukanmu denganku meski Dia pula yang memaksa kita harus berpisah namun aku tidak pernah ragu atas rencana-Nya, karena pasti membawa kebaikan untuk kita berdua. Selamat tinggal sayang, Tuhan satu namun iman kita berbeda. Jika kau merindukanku ambillah wudhu dan shalat lah, semoga Tuhan memberikan petunjuk-Nya buatmu. Dalam doaku aku akan selalu meminta agar laki-laki yang selalu menghiasi hari-hariku dengan tawa ceria selama hampir 2 tahun ini diberikan kebahagiaan dan dimudahkan hidupnya. "

Kurengkuh dirinya dalam dekapan dan kubisikkan kata " Kumohon tetaplah bersamaku, aku mencintaimu. Saat ini aku memang tidak tahu apa yang harus dilakukan guna mengatasi perbedaan kita. Namun percayalah aku akan berusaha menemukan jalan guna mengatasi perbedaan itu "

" Cinta bisa berganti namun tidak Tuhan-mu, kamu tahu betapa aku sangat menginginkanmu sebagai pendamping hidupku. Atas nama cinta aku ingin berpisah dengan mu, tapi tidak atas nama Tuhan-ku. Selamat tinggal sayang...... "

Tuesday, September 11, 2012

Posted by HerPoer
No comments | 12:43 PM
Saat itu bulan September, aku hendak pergi pulang dari tempatku bekerja di bilangan Melawai. Ku layangkan pandanganku sejenak ke arah langit yang mulai menghitam, nampaknya hujan akan turun ujarku dalam hati. Ada keragu-raguan untuk melangkahkan kakiku pulang teringat seorang gadis di ujung sana yang mungkin mendapati langit yang sama seperti yang kulihat saat ini. Gadis tersebut adalah gadis yang telah menawan hatiku setelah sekian lama ku kunci rapat-rapat, aku mengagumi ketegarannya sebagai seorang wanita, besar di kehidupan yang sederhana di sebuah desa kecil bernama goimo lalu rela melepaskan PMDK-nya untuk merantau ke Jakarta guna membantu orang tuanya. Telah kunyatakan cintaku padanya namun sampai saat ini jawabannya masih tersimpan rapat disembunyikan oleh senyumnya yang terus menghiasi hari-hariku.

Di tengah keragu-raguan aku tetap menaiki metromini yang kebetulan melintas di hadapanku, namun baru saja ku hempaskan pantatku sebentar hujan perlahan turun, bulat tekadku akhirnya ku berhentikan metromini yang sedang kunaiki dan aku berbalik arah menuju terminal blok-m. Sesampainya di terminal blok-m hujan sangatlah deras, namun sedikitpun tak kupedulikan, langkahku lebar menuju jalur 5, tak kuindahkan pakaianku yang semakin kuyup. Saat itu teknologi tidaklah secanggih sekarang, telepon genggam hanya milik segelintir orang saja. Sesampainya di jalur 5 nekat kunaiki satu persatu metromini 75 jurusan blok-m pasar minggu yang ada sembari kusebut namanya dengan badan yang mulai menggigil. Namun hampir 1 jam mencari, nihil…tak kujumpai dia disetiap metromini 75 yang kunaiki. Di tengah keputus asa-anku yang saat itu berdiri di jalur keluar dekat pasaraya dengan tubuh yang kuyup karena hujan tak juga mereda, seolah dituntun oleh angin yang coba menghalau sang hujan pandanganku dipaksa diedarkan ke arah lampu merah samping hotel Ambhara dan ketika ada kopaja 19 yang berhenti aku berdoa penuh harap semoga kopaja 19 yang tepat berhenti di lampu merah tersebut membawa dirinya dan dia belum pulang dengan metromini 75.

Eureka….kulihat dia turun dan membuka payung kecilnya seanggun bidadari surga yang turun ke bumi membentangkan selendangnya. Bergegas kuhampiri dirinya yang sedang menyebrang menuju ke jalur 5, kupanggil namanya dan dengan wajah penuh ketidakpercayaan dia menatapku heran, matanya seolah bertanya kamu ngapain? Ku jelaskan padanya bahwa tadi aku mengkhawatirkan dia takut dia tidak membawa payung karena hujan deras sekali di blok-m, karena tidak tahu dia ada dimana kunaiki metromini 75 satu-satu berharap dia ada di salah satu metromini yang kunaiki. Alisnya menaik mendengarkan penjelasanku seolah isyaratkan kalimat kelakuanmu konyol, padahal kamu sendiri tidak membawa payung kan? Aku hanya cengar-cengir saja di hadapannya.

Kami sama-sama terdiam untuk beberapa saat namun setelah itu dia menggenggam tanganku sembari tersenyum simpul dan berkata mulai besok kamu bisa jemput aku, kamu konyol tapi gak tahu kenapa saat ini aku merasa kamu lelaki yang sangat mempesona dengan perhatianmu. Aku tersenyum melihat pipinya yang merona merah ketika mengucapkan kata-kata tersebut, memang tidak ada kata aku pun mencintaimu namun aku tahu telah kumenangkan hatinya di jalur 5 terminal blok-m dibawah guyuran hujan namun tidak seperti tadi sekarang aku seolah merasakan satu kehangatan cinta.
Posted by HerPoer
No comments | 12:38 PM
Saat ini diacara reuni setengah dipaksa saya sedang berdiri dihadapan teman-teman sekolahku untuk menceritakan kisah cinta semasa di sekolah dulu.

“ Sebenarnya tidak banyak yang bisa diceritakan kepada teman-teman namun jika kalian memaksa baiklah akan saya ceritakan mengenai kisah saya dengan Camar, maaf saya tidak bisa sebut nama aslinya tapi saya rasa kalian pasti mengerti gadis yang saya maksud, jika dirasa kurang berkenan mohon maafnya.

Dari awal perjumpaan sebenarnya sudah ada ketertarikan dalam diri saya terhadap dia, namun sama sekali tak ada keberanian untuk mengutarakan, waktu itu dia adalah siswa pindahan dan ditempatkan di kelas II-2. Dia begitu lembut, begitu hangat, begitu anggun dan begitu mempesona seperti mentari di waktu pagi, itulah kesan saya sewaktu pertama kali melihat dia.

Hari berganti hari, sampai pada akhirnya dengan sedikit keberanian saya coba mengutarakan perasaan saya terhadapnya. Entah mengapa dia menerima saya, sekedar gambaran dia adalah gadis yang dikaruniai oleh Tuhan banyak hal, kecantikan, kepintaran, dan budi pekerti yang tinggi sedang saya kebalikannya. Kami merajut asa dan cinta bersama. Masih teringat bagaimana dia menanti saya diwaktu pagi hanya untuk sekedar jalan berdua menuju sekolah lalu berpisah sebentar ketika hendak memasuki gerbang sekolah dan dia menanti saya kembali di tangga menuju kelas kita yang kebetulan letaknya di atas. Saya betul-betul menyayangi dan mencintainya saat itu.

Karena kebodohan diri sendiri akhirnya kami berpisah, saat itu dia menangis dan saya hanya diam mencoba menahan airmata yang hendak jatuh. Saya hendak merengkuhnya dan bisikkan ditelinganya saya juga tidak mau kehilangan dia, namun saya tidak bisa karena saya laki-laki…hitam buat saya hitam, apa yang sudah terucap dan menjadi keputusan tak mungkin diralat kembali. Kami berpisah dengan menyisakan penyesalan di dada. Dia meneruskan hidupnya dengan kuliah kedokteran di UGM dan saya…hancur. Penyesalan saya diwujudkan dalam cara yang salah, saya semakin liar. Rambut panjang sebahu, kehidupan malam dengan narkotika di dalamnya. Namun tetap saja tak bisa saya melupakannya, saya menginginkannya kembali. Akhirnya saya coba untuk belajar bermain piano, lagu yang saya coba pelajari yaitu “ Cintakan Membawamu Kembali “, meski belum terlalu mahir saya paksakan untuk merekamnya lalu saya kirim untuknya dengan harapan semoga dia mau menerima saya kembali.

Dia hanya memberikan senyumnya tapi tanpa kata, setelah itu terus berlalu dari hadapan saya. Jelas sudah bahwa saya benar-benar menyakitinya. Dan sampai saat ini saya sama sekali tidak tahu dia ada dimana.

Jika panitia berkenan, disini ada keyboard…boleh tidak dinyalakan? Izinkan saya mainkan Cintakan Membawamu Kembali, meski saat ini dia tidak hadir apalagi mendengarnya saya hanya ingin dia tahu bahwa saya sudah berubah dalam bersikap apalagi menyangkut tanggung jawab, namun tidak terhadap penyesalan terhadapnya dan permohonan saya selama ini hanya agar Tuhan memberikan saya satu kesempatan untuk bertemu dengannya agar saya dapat berkata maafkan saya atas semua yang telah terjadi, dan izinkan saya melihatnya meski di saat terakhir saya. “

Lalu saya ambil kursi dan mulai memainkan nada F dikeyboard dihadapan saya untuk alunkan lagu Cintakan Membawamu Kembali, dengan pandangan mata yang mulai mengabur karena basah oleh airmata yang mulai jatuh. Terbayang jelas ceria wajahnya ketika kita menyebrangi jalan di daerah bintaro bergandengan tangan, cemas wajahnya melihatku terbaring tak berdaya, dan binar matanya ketika kukatakan aku mencintainya, serta pipinya yang merona merah ketika kupuji bahwa pasti ada keturunan orang jepara atau bali karena Tuhan memahat dengan sempurna wajahnya.

Yang tak saya sadari sejak saya mulai bercerita adalah bahwa di pintu masuk ruangan tempat reuni ada seorang wanita yang juga ikut meneteskan airmatanya mendengar cerita saya, dan hanya bisa ucapkan “ Saya sudah maafkan kamu dari dulu, kamupun tak pernah lepas dari ingatanku dan terima kasih untuk saat-saat indah yang pernah kau hadirkan di kehidupanku serta cinta yang terus ada. Pada saatnya nanti jika Tuhan berkehendak kita pasti bertemu, sampai jumpa cinta pertamaku. “

Conclusion: edaga ueru ( kayu yang terbakar ) seolah tanpa makna, namun jika sudah menjadi abu baru terasa jika dia sudah hangatkan setiap relung tubuh dan jiwa lewati malam-malam gelap dan dingin yang bekukan tulang.